Rabu, 06 Maret 2013

makalah administrasi pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Administrasi ketatausahaan merupakan subsistem organisasi, dalam hal ini adalah organisasi sekolah. Kegiatan utamanya adalah mengurus segala bentuk administrasi sekolah, mulai dari surat-menyurat sampai dengan inventarisasi barang. Bila dilihat dari pengertian di atas, maka tata usaha tidak hanya menyangkut kegiatan surat-menyurat saja tetapi juga menyangkut semua bahan keterangan dan informasi yang berwujud warkat.
Ketatausahaan menjadi penting karena ketatausahaan dapat membantu dan mempermudah subsistem yang lain seperti bagian kesiswaan, kurikulum, administrasi personel, dan lainnya. Dalam hal ini ada istilah yang disebut dengan mekanisme bantu artinya kegiatan ketatausahaan sekolah dapat dipergunakan untuk membantu pimpinan (Kepala Sekolah) dalam mengambil keputusan, sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses administrasi, dengan data yang diperlukan.
Bila administrasi ketatausahaan berjalan dengan baik maka kegiatan yang menyangkut pembelajaran dan tujuan pembelajaran dapat berjalan dengan baik pula. Untuk itu, diperlukan staf tata usaha yang professional dan kompeten di bidangnya.
B. Rumusan Masalah
Untuk membatasi bahasan yang akan diuraikan dalam pembahasan maka dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan administrasi ketatausahaan di sekolah?
2. Apa saja jenis-jenis ketatausahaan yang ada di sekolah?
3. Bagaimana Ketatausahaan sekolah yang baik itu?
4. Apa saja kegiatan ketatausahaan yang lain?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Ditinjau dari sudut asal usul kata (etimologis), maka ADMINISTRASI berasal dari Bahasa Latin yaitu Ad+Ministrare. Ad berarti intensif, sedangkan Ministrare berarti melayani, membantu, dan memenuhi atau menyediakan (Husaini Usman, 2006).Menurut The Lian Gie (2000), tenaga tata usaha memiliki tiga peranan pokok yaitu: (1) melayani pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan operatif untuk mencapai tujuan dari suatu organisasi, (2) menyediakan keterangan-keterangan bagi pucuk pimpinan organisasi itu untuk membuat keputusan atau melakukan tindakan yang tepat, dan (3) membantu kelancaran perkembangan organisasi sebagai suatu keseluruhan.
Tata laksana pendidikan sering disebut dengan istilah administrasi tata usaha, yaitu segenap proses kegiatan pengelolaan surat-menyurat yang dimulai dari menghimpun (menerima), mencatat, mengelola, menggandakan, mengirim dan menyimpan semua bahan keterangan yang diperlukan oleh organisasi. Dengan pengertian ini maka tata laksana atau tata usaha bukan hanya meliputi surat-surat saja tetapi semua bahan keterangan atau informasi yang berwujud warkat.
Menurut William Leffingwe dan Edwin Robinson yang telah diterjemahkan oleh The Liang Gie (2000:60) pekerjaan kantor atau tata laksana ini pekerjaannya menyangkut segala usaha perbuatan menyangkut warkat, pemakaian warkat-warkat dan pemeliharaannya guna dipakai untuk mencari keterangan di kemudian hari. Warkat-warkat ini mungkin merupakan sejarah dari pelaksanaan urusan-urusan badan usaha itu sebagaimana digambarkan oleh daftar-daftar perhitungan, surat-menyurat, surat-surat perjanjian, surat-surat perjanjian, surat-surat pesanan, daftar harta benda, rencana-rencana, laporan-laporan dan semua jenis nota-nota yang tertulis atau tercetak.
Pekerjaan tata usaha meliputi rangkaian aktivitas menghimpun, mencatat, mengelola, menggandakan, mengirim dan menyimpan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam setiap usaha kerja sama.
Menurut The Liang Gie (2000:50).
a. Menghimpun yaitu kegiatan mencari dan mengusahakan tersedianya segala keterangan yang tadinya belum ada atau berserakan di mana-mana sehingga siap dipergunakan bilamana diperlukan.
b. Mencatat yaitu melipuri kegiatan membubuhkan dengan berbagai alat tulis-menulis mengenai keterangan-keterangan yang diperlukan sehingga terwujudlah tulisan-tulisan yang dapat dibaca, dikirim atau disimpan.
c. Mengolah yaitu bermacam-macam kegiatan mengerjakan keterangan-keterangan dengan maksud menyajikan dalam bentuk yang lebih berguna atau lebih jelas untuk dipakai.
d. Menggandakan yaitu kegiatan memperbanyak dengan berbagai cara dan alat sebanyak jumlah yang diperlukan.
e. Mengirim yaitu kegiatan menyampaikan dengan berbagai cara dan alat dari pihak pertama ke pihak lain.
f. Menyimpan yaitu kegiatan menaruh dengan berbagai cara dan alat di tempat tertentu yang aman.
Secara ringkas kegiatan penyelenggaraan pengelolaan keterangan-keterangan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Aktivitas : menghimpun, mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim dan menyimpan.
2. Sasaran kegiatan : keterangan-keterangan yang berupa warkat.
3. Kerja yang nampak di kantor : mengetik, menghitung, men-cap, menelpon, menyalin, mendikte, memilah-milah, melekatkan, menandai, menyampuli, membagi-bagi, melubangi dan sebagainya.
4. Ciri-ciri :
a. bersifat pelayanan,
b. merembes kemana-mana,
c. dilakukan oleh semua pihak, dan
d. banyak memakai alat tulis, berkas mata dan pikiran.
5. Peranan :
a. Membantu pelaksanaan pekerjaan induk dalam setiap organisasi.
b. Menyediakan keterangan untuk pimpinan.
c. Melancarkan perkembangan organisasi.
6. Peralatan :
a. material lembaran,
b. material non lembaran,
c. alat tulis dan non tulis, dan
d. mesin kantor dan perabot kantor serta perlengkapan lain-lain.
7. Hasil kerja : formulir, surat-surat, warkat lain, buku, benda-benda berketerangan dan sebagainya.

B. Jenis-jenis kegiatan dan tugas-tugas ketatausahaan
1. Jenis- jenis kegiatan ketatausahaan
Pekerjaan ketatausahaan bukan monopoli petugas administrasi saja, tetapi juga pegawai edukatif. Dalam bagian ini akan disajikan kegiatan tata usaha khususnya yang dilakukan oleh tenaga administratif. Bagian ketatausahaan sekolah dimaksudkan untuk dapat mempermudah proses penyelenggaraan di sekolah. Secara terperinci kegiatan yang dibantu kemudahannya adalah:
a) Kegiatan yang menyangkut manajemen kurikulum.
Manajemen kurikulum adalah segala proses penyelenggaraan yang bertujuan memperlancar pelaksanaan proses belajar mengajar agar efektif dan efisien. Penyusunan jadwal, pembuatan kalender akademik dan sebagainya biasa dilakukan oleh kepala sekolah atau diserahkan kepada seorang/beberapa orang guru. Mereka hanya mengerjakan penyusunannya tetapi pengerjaan penulisan ke papan tulis besar diserahkan ke tata usaha.
b) Kegiatan yang menyangkut manajemen siswa.
Pekerjaan tata usaha yang menunjang manajemen siswa banyak berhubungan dengan hak dan kewajibannya sebagai pegawai negeri sipil antara lain:
1) Mendaftar calon siswa (mulai dari pengadaan formulir).
2) Mengisi buku induk dan buku klaper.
3) Mengurus dan mengatur warkat-warkat jika ada pemindahan siswa.
4) Mengisi daftar presensi sampai menghitung prosentasenya.
5) Mengatur ruang kelas, ruang laboratorium dan ruang kegiatan yang lain.
6) Membuat laporan dan statistik mengenai keadaan siswa setiap bulan dan setiap tahun.
c) Kegiatan yang menyangkut manajemen personil.
Pekerjaan tata usaha yang menunjang manajemen personil banyak berhubungan dengan hak dan kewajibannya sebagai pegawai sipil antara lain:
1. Melaksanakan pengetikan dan pengaturan warkat untuk pengangkatan sebagai pegawai negeri, mengatur permintaan tanda tangan dari kepala sekolah dan mengirimkannya.
2. Membantu memperbanyak salinan surat-surat keputusan serta lampiran-lampiran yang dibutuhkan untuk pengurusan kenaikan pangkat, penggunaan hak cuti atau pensiun.
3. Menyiapkan, menyimpan, dan menisci kartu pegawai.
4. Menyiapkan blangko-blangko presensi pegawai.
5. Membantu kepala sekolah dalam membuat laporan statistik keadaan pegawai edukatif dan administratif.
6. Mengerjakan tugas-tugas lain, baik bersifat rutin maupun insidental.
d) Kegiatan yang mengenai penataan inventaris sekolah.
1. Pekerjaan inventaris sebenarnya menyangkut bagian manajemen sarana, yaitu mencatat keluar masuknya barang, pemeliharaan dan penyimpanannya. Pekerjaan ketatausahaan yang menyangkut penataan inventaris meliputi: Pencatatan masuknya barang-barang, member label dan nomor inventaris, mengklasifikasikan.
2. Pencatatan keluarnya barang-barang misalnya digunakan, dipinjam, dihibahkan (diberikan kepada lembaga lain atau perseorangan), disingkirkan.
e) Kegiatan yang menunjang penataan keuangan.
Kegiatan yang dikerjakan dalam penataan surat-menyurat dipisahkan menjadi: pengurusan surat-menyurat masuk, pengurusan penyimpanan surat (kearsipan), dan pengurusan surat-surat keluar.
1. Pengurusan surat-surat masuk (agenda)
Mencatat nomor dan tanggal surat dalam buku agenda surat masuk yang kolomnya terdiri dari: (tanggal diterimanya surat, nomor urut, kode, alamat surat, nomor surat, pokok surat/keterangan)
Menyerahkan surat kepada alamat,
Surat dibaca oleh alamat yang dituju dan diberi disposisi.
Surat dikembalikan kepada tata usaha untuk dibuatkan balasan (jika memang dikehendaki demikian)
Tata usaha melaksanakan disposisi.
Tata usaha menyerahkan kembali surat tersebut kepada bagian yang mengurus surat keluar.
Pengarsipan surat tersebut.

2. Pengurusan surat keluar (ekspedisi)
Pengurusan surat keluar dilakukan dengan urutan:
Surat yang sudah diketik diserahkan kepada kepala sekolah untuk disetujui dan dimintai tanda tangan.
Membubuhkan cap di sebelah kiti tanda tangan pimpinan.
Memasukkan surat yang akan dikirim ke dalam sampul dan megrsipkan surat tembusannya menurut cara pengarsipan.
Mencatat surat ke dalam akan dikirim ke dalam buku ekspedisi.
Mengirimkan surat tersebut ke alamat.
3. Pengeturan penyimpanan surat (pengarsipan)
Surat-surat yang sudah selesai diproses lalu diarsipkan. Kegiatan kearsipan adalah menyimpan dan memelihara arsip tersebut ke dalam filing cabinet atau almari arsip agar tetap utuh dan mudah dicari kembali apabila diperlukan.
Penanganan arsip yamg baik menjadi satu tanda bahwa kantor atau lembaga itu pengelolaan usahanya baik. Arsip adalah suatu barang-barang yang berharga yang mengandung nilai kegunaan sejarah. Apabila pengarsipan dilakukan dengan baik, maka warkat yang sudah lama disimpan pun akan mudah ditemukan kembali.
Cara-cara yang digunakan sebagai pedoman dalam penyimpanan arsip dilakukan:
Menurut tanggal masuknya surat
Menurut pokok/surat
Menurut daerah asal surat
Menurut abjad nama pengirim surat
Untuk lebih mudahnya, biasanya warkat arsip tersebut dimasukkan ke dalam odner. Agar bahan-bahan yang terbuat dari kertas ini tidak lekas rusak dimakan ngengat, maka sebaiknya diberi kapur barus.
f) Kegiatan yang mengenai pekerjaan surat-menyurat.
Dalam keuangan sekolah, ada bermacam-macam bendahara. Bermacam-macam bendahara yang ada mengerjakan administrasi keuangan. Bendahara Negara yang diangkat dan ditetapkan dengan surat keputusan yang mempunyai tugas menerima, membagikan, dan mempertanggungjawabkan. Yang dimaksud adalah bendahara yang mengurusi gaji pegawai dan mengurusi uang otorisasi. Uang otorisasi atau uang yang dipertanggungjawabkan, proses pengajuan permintaannya sampai dengan proses pengambilan gaji.
g) Kegiatan yang menunjang manajemen sarana
Kegiatan ketatausahaan yang menyangkut administrasi sarana yang sebenarnya sebagian besar sebenarnya telah berhubungan dengan ketatausahaan yang mengenai inventarisasi. Di samping penataan inventaris, tata usaha yang lain adalah ketatausahaan mengenai perencanaan pengadaan yang dimulai dari mendaftar alat/sarana, menyeleksi dan mendaftar kebutuhan. Selain kegiatan-kegiatan yang telah disebutkan yang berhubungan dengan bidang garapan administrasi sekolah, masih ada satu kegiatan lain yaitu kegiatan yang menunjang pengaturan tata ruang kantor, termasuk juga halaman dan ruang-ruang yang lain. Kegiatan ini kadang-kadang disatukan dengan kegiatan sarana menjadi kegiatan sarana prasarana. Kegiatan terakhir ini hampir seluruhnya dikerjakan oleh para pekerja atau pesuruh.
Kegiatannya mencakup:
1) Menjaga kebersihan ruangan, halaman, dan tempat-tempat lain yang termasuk wilayah sekolah.
2) Menjaga keamanan khususnya pada waktu tidak berlangsung kegiatan belajar mengajar di sekolah.
3) Mengurus kebun dan tanaman-tanaman yang ada.
4) Mengedarkan surat edaran, pengumuman sekolah, mengantar surat ke instansi lain atau orang tua siswa dan sebagainya.
5) Menyediakan minuman untuk semua pegawai dan tamu.

4. Tugas-Tugas Tu (Tata Usaha)
Pengalaman dan sertifikasi pendidikan (ijazah) sangat menentukan dalam kerja mereka, dan mereka bekerja pada disiplin ilmu mereka maing-masing. Sementara aktivitas semua staf TU di sekolah-sekolah di Indonesia tampaknya harus bisa bekerja di semua bidang yang ditugaskan oleh Kepala Sekolah dan Kepala TU. Mereka bertugas dalam berbagai bidang, baik bekerjasama dengan kepala sekolah dan guru atau mereka bekerja sendiri. Tugas mereka meliputi, membantu proses belajar mengajar, urusan kesiswaan, kepegawaian, peralatan sekolah, urusan infrastruktur sekolah, keuangan, bekerja di laboratorium, perpustakaan, dan hubungan masyarakat (sumber:hasil rapat Kepala Tata Usaha Bogor :1996)
Mill dan Standingford (1982) menyebutkan 8 tugas administrasi yaitu:
a) Menulis surat
b) Membaca
c) Menyalin (menggandakan)
d) Menghitung
e) Memeriksa
f) Memilah (menggolongkan dan menyatukan)
g) Menyimpan dan menyusun indeks
h) Melakukan komunikasi (lisan dan tertulis)

C. Ketatausahaan Yang Lain
Disamping ketatausahaan yang menyangkut pekerjaan administrasi dan surst menyurat, masih ada lagi ketatausahaan lain yang diperlikan disekolah.
1. Daftar Hadir Pegawai
Daftar hadir merupakan alat untuk mengetahui kerajinan atau kedisiplinan pegawai, baik edukatif maupun administrative. Daftar hadir ini diletakkan dimeja kantor guru atau ruang kepala sekolah yang harus ditandatangani pegawai bila masuk kerja. Dengan demikian dapat diketahui dengan pasti kerajinan pegawai. Data dalam daftar hadir akan membantu objekyivitas kepada kepala sekolah dalam mengisi format BP3.
2. Buku Piket
Selain buku daftar hadir, perlu juga disekolah disediakan buku piket. Buku ini diisi oleh guru piket agar kejadian – demi kejadian yang muncul tiap hari dapat diketahui oleh semua guru yanga bekerja di sekolh itu dan terutama oleh Kepala Sekolah. Data yang tertulis dalam Buku Piket merupakan bukti otentik dari hal yang terjadi setiap hari.
3. Buku Notulen Rapat Sekolah
Rapat sekolah merupakan momentum penting yang tidak dapat diabaikan. Hal yang dibicarakan dalam rapat serta keputusannya harus dituliskan dalam bentuk notulen rapat. Pengisian buku notUla rapat diisikan oleh guru yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah secara bergilir
Hal - hal yang perlu dicatat dalam Notulen Rapat antara lain:
a. Hari, Tanggal Rapat
b. Waktu dan Tempat diselenggarakan rapat
c. Acara rapat
d. Daftar hadir rapat (siapa yang diundang dan siapa yang hadir, siapa yang tidak hadir, alasannya kenapa)
e. Risalah jalannya rapat
f. Keputusan rapat
g. Tanda Tangan Kepala Sekolah dan Notulis



D. Ketatausahaan Sekolah yang Baik
Masa depan sebuah sekolah sebagian besar ditentukan oleh orang-orang yang ada di sebuah lingkungan sekolah. Untuk meraih masa depan sekolah yang lebih baik, seyogyanya setiap personalia sekolah saling bersinergi, bekerjasama dan sama-sama bekerja dengan penuh keikhlasan untuk mewujudkan masa depan sekolah yang lebih baik, lebih mencerahkan dan lebih mencerdaskan kehidupan bangsa.
Penempatan pegawai tata usaha sekolah ke depan seharusnya benar-benar empertimbangkan mutu, kemampuan, kecakapan, atau keahlian yang memadai untuk melaksanakan tugas mereka di bidangnya masing-masing. Diharapkan ke depan pegawai tata usaha sekolah benar-benar tenaga profesional di bidangnya, seperti profesional di bidang manajemen perpustakaan, profesional di bidang manajemen keuangan sekolah, profesional di bidang kearsipan, profesional di bidang teknologi informatika komputer. Dan penempatan tenaga profesional di lingkungan tata usaha sekolah ini seyogyanya mengacu pada prinsip the righ man on the righ job.
Selain memiliki kemampuan, keahlian atau kecakapan yang memadai, yang tidak kalah pentingnya ialah pegawai TU sekolah di masa depan harus memiliki visi dan komitmen yang kuat untuk turut memajukan dunia pendidikan. Sekolah di samping menjadi “lahan penghidupan” juga harus dipandang sebagai lahan untuk beramal. Sehingga setiap pekerjaan tidak harus selalu diukur dengan materi yang akan diterima. Seyogyanya prinsip hidup berbuat dan memberikan yang terbaik” menjadi budaya setiap individu di lingkungan sekolah. Ini juga berarti pegawai TU sekolah juga harus memiliki kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial di samping kompetensi profesional.




BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1) Tata laksana pendidikan sering disebut dengan istilah administrasi tata usaha, yaitu segenap proses kegiatan pengelolaan surat-menyurat yang dimulai dari menghimpun (menerima), mencatat, mengelola, menggandakan, mengirim dan menyimpan semua bahan keterangan yang diperlukan oleh organisasi.
2) Jenis-jenis kegiatan dalam urusan ketatausahaan:
a. Kegiatan yang menyangkut manajemen kurikulum.
b. Kegiatan yang menyangkut manajemen siswa.
c. Kegiatan yang menyangkut manajemen personil.
d. Kegiatan yang mengenai penataan inventaris sekolah.
e. Kegiatan yang menunjang penataan keuangan.
f. Kegiatan yang menunjang manajemen sarana.
g. Kegitan yang menunjang manajemen sarana.
3) Berdasarkan surat dan kepengurusannya, surat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu :
a. Surat dinas
b. Nota dinas
c. Memorandum (memo)
d. Surat pengantar
e. Surat kawat (telegram)
f. Surat edaran
g. Surat undangan
h. Surat keputusan
i. Instruksi
j. Surat tugas
k. Pengumuman
4) Disamping ketatausahaan yang menyangkut pekerjaan administrasi dan surst menyurat, masih ada lagi ketatausahaan lain yang diperlikan disekolah.
a. Daftar Hadir Pegawai
b. Buku Piket
c. Buku Notulen Rapat Sekolah
B. Saran
1) Setiap sekolah harus memiliki ketatausahaan yang baik agar semua urusan yang berhubungan dengan kepentingan sekolah dapat diatur dengan baik.
2) Pegawai yang mengurusi bagian ketatausahaan hendaknya mengetahui tugas-tugas ketatausahaan.

















DAFTAR PUSTAKA
Ansyar, Mohammad. 1989. Dasar Dasar Ketatausahaan Sekolah. Jakarta: Depdikbud
http://blog.elearning.unesa.ac.id/marita-fadhilah/menejemen-ketatausahaan-sekolah

Selasa, 05 Maret 2013

Al-Ikhwan Al-Muslimun


9. Al-Ikhwan Al-Muslimun
09/30/2001

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Al-Ikhwan al-Muslimun adalah sebuah gerakan Islam terbesar di zaman modern ini. Seruannya ialah kembali kepada Islam sebagaimana yang termaktub di dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah serta mengajak kepada penerapan syari'at Islam dalam kehidupan nyata. Dengan tegar gerakan ini telah mampu membendung arus sekularisasi di dunia Arab dan Islam.
SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA
Pendirinya adalah Syaikh Hasan al-Banna (1324 - 1368 H/1906 - 1949 M). Lahir di sebuah kampung di kawasan Buhairah, Mesir. Ia tumbuh di dalam lingkungan yang taat beragama, yang menerapkan Islam secara nyata dalam seluruh aspek kehidupannya.
Di samping belajar agama di rumah dan di masjid, ia belajar pada sekolah pemerintah. Kemudian melanjutkan pelajarannya ke Dar al-'Ulum, Kairo dan tamat pada tahun 1927.
Setelah tamat dari Dar al-'Ulum, ia menjadi guru pada sebuah sekolah dasar di Isma'iliyyah. Dari Isma'iliyyah inilah ia memulai aktivits keagamaannya di tengah-tengah masyarakat, terutama di warung-warung kopi di hadapan para karyawan Proyek Terusan Suez.
Dzul Qa'idah 1327 H/April 1928 M adalah bulan didirikannya cikal bakal gerakan Al-Ikhwan al-Muslimun.
Tahun 1932 Hasan al-Banna pindah ke Kairo. Bersama itu pula gerakannya berpindah dari Isma'iliyyah ke Kairo.
Tahun 1352 H/1933 M beliau menerbitkan sebuah berita pekanan Ikhwan yang dipimpin oleh Ustadz Muhibuddin Khatib (1303 - 1389 H/1886 - 1969 M). Kemudian tahun 1357 H/1938 M terbit majalah al-Nadzir. Lalu menyusul al-Syihab, tahun 1367 H/1947 M. Seterusnya majalah dan berita-berita Ikhwan terbit secara teratur.
Pada awal berdirinya, tahun 1941 M, gerakan Ikhwan hanya beranggotakan 100 orang, hasil pilihan langsung ustadz Hasan al-Banna sendiri.
Tahun 1948 Ikhwan turut serta dalam perang Palestina. Mereka masuk dalam angkatan perang khusus. Peristiwa ini telah direkam secara rinci oleh ustadz Kamil Syarif dalam bukunya 'Al-Ikhwan al-Muslimun fi Harbi Falasthin.
Pada tanggal 8 Nopember 1948, Muhammad Fahmi Nagrasyi, perdana menteri Mesir waktu itu, membekukan gerakan Ikhwan dan menyita harta kekayaannya serta menangkap tokoh-tokohnya.
Desember 1948, Naqrasyi diculik. Orang-orang Ikhwan dituduh sebagai pelaku penculikan dan pembunuhan tersebut. Ketika jenazah Naqrasyi di usung, pendukung-pendukungnya berteriak-teriak, "Kepala Naqrasyi harus dibayar dengan kepala Hasan al-Banna." Dan pada tanggal 12 Pebruari 1949 Hasan al-Banna terbunuh oleh pembunuh misterius.
Tahun 1950 berdasarkan keputusan Dewan Tertinggi Negara, Ikhwan direhabilitasi. Ketika itu Mesir diperintah oleh kabinet al-Nuhas. Dewan tersebut juga memutuskan bahwa pembekuan Ikhwan selain tidak sah, juga inkonstitusional.
Tahun 1950 ustadz Hasan al-Hudhaibi (1306 -1393 H/1891 - 1973 M), terpilih menjadi Mursyid 'Al-Mahdi Al-Ikhwan al-Muslimun. Ia adalah salah seorang tokoh kehakiman Mesir. Ia juga berkali-kali ditangkap. Tahun 1954, ia divonis hukuman mati, tetapi kemudian diringankan menjadi seumur hidup. Tahun 1971 ia dibebaskan terakhir kalinya.
Oktober 1951 konflik antara Mesir dn Inggris semakin memuncak. Ikhwan melancarkan perang urat saraf melawan Inggris di Terusan suez. Peristiwa ini telah direkam oleh Kamil Syarif dalam bukunya 'Al-Muqawamat al-Sirriyyah fi Qanat Suwes.
Tanggal 23 Juli 1952, pasukan Mesir di bawah pimpinan Muhammad Najib, bekerja sama dengan Ikhwan melancarkan Revolusi Juli. Tetapi kemudian Ikhwan menolak kerja sama dalam pemerintahan, karena mereka mempunyai pendapat dan pandangan yang jelas tentang metode revolusi. Jamal Abdunnashr menganggap penolakan tersebut sebagai penolakan terhadap mandat revolusi. Kemudian kedua belah pihak terlibat serangkaian konflik dan permusuhan yang semakin hari semakin tajam. Akibatnya, tahun 1954, pihak pemerintah melakukan penangkapan besar-besaran terhadap anggota Ikhwan dan beribu-ribu orang dijebloskan ke dalam penjara. Alasan pemerintah, karena orang Ikhwan telah berupaya memusuhi dan mengancam kehidupan Jamal Abdunnashr di lapangan Mansyiyyah, Iskandariyyah. Bahkan pemerintah Mesir telah menghukum mati 6 anggota Ikhwan.

  1. Abdulqadir Audah
  2. Muhammad Farghali
  3. Yusuf Thal'at
  4. Handawi Duwair
  5. Ibrahim Thayyib
  6. Muhammad Abdullathif
Tahun 1965 - 1966 bentrokan antara Ikhwan dan pemerintah Mesir terulang kembali untuk kedua kalinya. Pemerintah kembali melakukan penangkapan besar-besaran, melakukan penyiksaan serta memenjarakan anggota Ikhwan. Bahkan tiga orang di antarannya telah dihukum gantung, yaitu :
Sayyid Quthb (1324 - 1387 H/1906 - 1966 M). Ia termasuk pemikir Ikhwan nomor dua setelah Hasan al-Banna. Dan termasuk salah seorang tokoh Islam di zaman modern ini. Ditangkap tahun 1954 M dan disekap di dalam penjara selama 10 tahun. Tahun 1964 ia dikeluarkan dari penjara atas desakan presiden Irak, Abdussalam Arif. Namun tak lama kemudian ia diculik kembali untuk menghadapi hukuman mati.
Yusuf Hawasi
Abdulfattah Isma'il
Sejak itu Ikhwan bergerak secara rahasia sampai Jamal Abdunnashr meninggal dunia 28 September 1970.
Ketika Anwar Sadat berkuasa, orang-orang Ikhwan mulai di lepas secara bertahap.
Sepeninggal Hudhaibi, Umar Tilmisani (1904?1986 M) terpilih menjadi Mursyid. Di bawah pimpionannya Ikhwan menuntut hak-hak jama'ah secara utuh dan mengembalikan hak milik jama'ah yang dibekukan oleh Jamal Abdunnashr. Tilmisani menempuh jalan tidak konfrontatif dengan penguasa dan berkali-kali beliau menyerukan, "Bergeraklah dengan bijak dan hindarilah kekerasan dan extremisme."
Di luar Mesir banyak tikoh-tokoh Ikhwan yang muncul, antara lain :
Syaikh Muhammad Mahmud Shawwaf, pendiri dan pengawas umum Ikhwan di Irak.
Dr. Mushthafa al-Siba'i, pengawas umum pertama Ikhwan di Suriah.
Gerakan Ikhwan di Yordania berdiri tanggal 13 Ramadhan 1364 H. pemimpin pertanya ialah Syaikh Abdullathif Abu Qurrah.
PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA
Pemahaman Ikhwan terhadap Islam bersifat universal, tidak mengenal adanya pemisahan antara satu aspek dengan aspek lainnya.
Kaitanya dengan dakwah Ikhwan, Syaikh Hasan al-Banna mengatakan, "Gerakan Ikhwan adalah dakwah salafiyah, thariqah sunniyah, haqiqah shufiyyah, lembaga politik, klub olah raga, lembaga ilmiah dan kebudayaan, perserikatan ekonomi dan pemikiran sosial."
Selanjutnya Syaikh Hasan al-Banna mengatakan bahwa ciri gerakan Ikhwan dalah:

  1. Jauh dari sumber pertentangan.
  2. Jauh dari pengaruh riya dan kesombongan.
  3. Jauh dari partai politik dan lembaga-lembaga politik.
  4. Memperhatikan kaderisasi dan bertahap dalam melangkah.
  5. Lebih mengutamakan aspek aspek amaliyah produktif dari pada propaganda dan reklame.
  6. Memberi perhatian sangat serius kepada para pemuda.
  7. Cepat tersebar di kampung-kampung dan dikota-kota.
Selain itu Syaikh menyebutkan karakteristik Ikhwan sebagai berikut :
  • Gerakan Ikhwan adalah gerakan Rabbaniyyah. Sebab azas yang menjadi poros sasarannya ialah mendekatkan manusia kepada Rabb-nya.
  • Gerakan Ikhwan bersifat 'alamiyah (Internasional). Sebab arah gerakan ditujukan kepada semua umat manusia.
  • Gerakan Ikhwan bersifat Islami. Sebab orientasi dan nisbatnya hanya kepada Islam.
    Selain itu juga Syaikh menetapkan tingkatan amal yang merupakan konsekuensi logis setiap anggota, yaitu :
  1. Memperbaiki diri, sehingga menjadi pribadi yang kuat fisik, teguh dlam berakhlak, luas dalam berfikir, mampu mencari nafkah, lurus berakidah dan benar dalam beribadah.
  2. Membentuk rumah tangga islami.
  3. Memotifasi masyarakat untuk menyebarkan kebaikan, memerangi kemungkaran dan kerusakan.
  4. Memerdekakan negara dengan membersihkan rakyatnyas dari berbagai bentuk kekuasaan asing kuffar di bidang poplitik, ekonomi ataupun mental spiritual.
  5. Memperbaiki pemerintahan sehingga benar-benar menjadi pemerintahan yang islami.
  6. Mengembalikan eksistensi negara-negara Islam dengan memerdekakan negerinya dan menghidupkan kembali keagungannya.
  7. Menjadi guru dunia dengan menyebarkan Islam ke tengah-tengah umat manusia, sehingga tidak ada fitnah lagi dan Dien hanya benar-benar milik Allah.
    "Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan Nur (Dien)-Nya." (Q.S. at-Taubah :32).
Tentang tahapan dakwah Hasan al-Banna membaginya menjadi tiga tahap :
  • Tahap pengenalan.
  • Tahap pembentukan.
  • Tahap pelaksanakan.
Dalam Risalah Ta'alim, Hasan al-Banna berkata, "Rukun Bai'at kita ada sepuluh. Karena itu hafallah baik-baik. Yaitu: Faham, Ikhlas, Amal, Jihad, Berkorban, Tetap pada pendirian, Tulus, Ukhuwah dan percaya diri." Kemudian beliau berkata, "Wahai saudaraku yang sejati! Ini merupakan garis besar dakwah Anda. Anda dapat menyimpulkan prinsip-prinsip tersebut menjadi lima kalimat berikut :

  1. Allah tujuan kami.
  2. Rasulullah SAW. teladan kami.
  3. Al-Qur'an dustur kami.
  4. Jihad jalan kami.
  5. Mati shahid cita-cita kami yang tertinggi.
Ciri-cirinya dapat disimpulkan menjadi lima kata, yaitu : sederhana, membaca Al-Qur'an, shalat, sikap kesatria dan akhlaq."
Ustadz Sayyid Quthb, dalam bukunya Khashaish al-Tashawwur al-Islami wa Muqawwimatuhu, memberikan gambaran tentang pemahamannya dan pemahaman Ikhwan. Karakteristik konsep Islam itu berazaskan kepada :
  1. Rabbaniyyah
  2. Tetap
  3. Seimbang
  4. Positif
  5. Realistik
  6. Tauhid.
Setiap karakteristik diberi penjelasan tersendiri secara gamblang dan luas.
Lambang Al-Ikhwan al-Muslimun adalah dua bilah pedang menyilang melingkari Al-Qur'an, ayat Al-Qur'an)(æÇÚ쾂 ) dan tiga kata: haq(kebenaran), quwwah(kekuatan) dan hurriyyah(kemerdekaan).
AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDIOLOGINYA
Al-Ikhwan al-Muslimun telah mengadopsi dakwah salafiyyah menjadi gerakan dakwahnya. Ia menekankan kepada pentingnya penelitian dan pembahasan terhadap dalil serta pentingnya kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah dan membersihkan diri dari segala bentuk kemusrikan untuk mencapai kesempournaan tauhid.
Dakwah Ikhwan banyak dipengaruhi oleh Syaikh Abdulwahhab, Sanusiyyah dan Rasyid Ridha. Pada umumnya dakwah tersebut merupakan kelanjutan dari Madrasah Ibnu Taimiyyah (wafat 702 H/1328 M), yang juga merupakan kelanjutan Madrasah Imam Ahmad bin Hambal.
Ikhwan merupakan tashawwuf sebagai sarana pendidikan dan peningkatan jiwa seperti pernah dilakukan para ahli tashawwuf terdahulu yang aqidahnya benar dan jauh dri segala bentuk bid'ah, khurafat, menghina diri dan sifat negatif.
Hasan al-Banna merangkum semua pemahaman tersebut dalam dakwahnya. Ditambah pula dengan konsepsi-konsepsi yang sesuai dengan kebutuhan zaman dan lingkungan. Sehingga dakwahnya mampu menghadapi berbagai arus yang melanda Mesir dan kawasan lain.
PENYEBARAN DAN KAWASAN PENGARUHNYA
Gerakan Ikhwan dimulai di Isma'iliyyah kemudian beralih ke Kairo. Dari Kairo tersebar ke berbagai pelosok dan kota do Mesir. Akhir tahun 40-an, cabang Ikhwan di Mesir sudah mencap[Aisyah 3000. Tiap cabang memiliki anggota yang cukup banyak.
Gerakan tersebut kemudian meluas ke negara-negara Arab. Ia berdiri kukuh di Suriah, Palestina, Yordania, libanon, Irak, Yaman dan lain-lain. Dewasa ini anggota dan simpatisannya tersebar di berbagai penjuru dunia
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Copyright © Al-Islam 1998
Jl. Pahlawan Revolusi, No 100, Jakarta 13430
Telpon: 62-21-86600703, 86600704, Fax: 62-21-86600712
E-Mail: info@alislam.or.id

The Bilalians


8. The Bilalians
10/22/2001

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Adalah sebuah gerakan atau organisasi keagamaan di AS yang berasal dari akidah atau agama kepercayaan berkembang menuju kepada aqidah Islam. Dalam perkembangannya gerakan atau organisasi ini menuju kapada yang benar, sedikit-demi sedikit; maka lebih tepatnya sebagai suatu gerakan keagamaan yang sedang mencari bentuk menuju suatu yang haq menuju Islam yang benar. Oleh karena itu lebih tepat dikelompokan kedalam organisasi keagamaan Islam.
Ta'rif: 'Umat Islam' adalah sebutan terhadap gerakan yang muncul di tengah-tengah masyarakat Muslim kulit hitam di Amerika. Mereka mengadopsi Islam dengan pemahaman-pemahaman tersendiri yang didominasi semangat rasialisme. Gerakan ini kemudian dikenal dengan nama 'Bilalians', setelah sebagian doktrin-doktrinnya diperbaiki.
SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA
Gerakan ini pertama kali didirikan oleh Wallace D. Fard, seorang kulit hitam yang tidak jelas keturunannya. Secara tiba-tiba ia muncul di Detroit tahun 1930, menyeru orang-orang kulit hitam mengikuti madzhabnya. Juni 1934 ia menghilang secara misterius.
Setelaah Elijah Pool atau Elijah Muhammad (1898-1975) masuk ke pergerakan ini, kegiatannya semakin meningkat, berkembang pesat dan popular. Sehingga ia menduduki beberapa posisi penting, malah menggantikan kedudukan Wallace, sebagai ketua pergerakan. Tahun 1959 ia mengunjungi Saudi Arabia. Kemudian mengelilingi Turki, Ethiopia, Sudan dan Pakistan. Dalam kunjungannya itu ia didampingi puteranya, Wallace Muhammad yang sekaligus menjadi penerjemahannya.
Malcolm X (Malik Syabbaz), salah seorang tokoh Bilalians yang pernah menjabat menteri (istilah yang digunakan untuk seorang imam di tempat peribadatannya) untuk kuil no. 7 di New York. Ia dikenal sebagai seorang orator dan pemikir. Pernah melakukan tour ke negara-negara Timur Tengah dan beribadah haji tahun 1963. Setelah kembali, ia tidak mengakui prinsip-prinsip gerakan rasialisme dan menyatakan keluar dari gerakan. Kemudian ia membentuk sebuah kelompok yang disebut 'Jama'ah Ahli Sunnah'. Tetapi akhirnya dia sendiri diculik dan dibunuh pada tanggal 21 Februari 1965.
Tokoh lain yang cukup terkenal ialah Louis Farrakhan. Ia masuk Islam pada tahun 1950. kemudian ia menggantikan Malcolm X sebagai 'Menteri' untuk kuil no. 7 di New York. Dia juga termasuk seorang orator, penulis dan penceramah. Tokoh ini dinilai sangat erat dengan Kolonel Muammar Qaddafi. Ia menyerukan berdirinya sebuah negara merdeka bagi orang-orang kulit hitam di Amerika, selama mereka tidak mendapat hak-hak social dan politiknya secara utuh.
Wallace W. Muhammad, dilahirkan di Detroit 30 Oktober 19933, menamakan dirinya Waraatsuddin Muhammad. Tahun 1958-1960 ia menjabat 'Menteri' pada kuil di Philadelpia. Tahun 1967 iamenunaikan haji. Setelah itu ia berulang kali mengunjungi Saudi Arabia.
Tahun 1964 ia memisahkan diri dari pergerakan dan membuang habis prinsip-prinsip yang dianut ayahnya. Tetapi ia kembali lagi bergabung ke dalam pergerakan lima bulan sebelum ayahny meninggal dunia dengan harapan ia dapat memasukkan ide-ide perbaikan dari dalam terhadap pergerakan. Desember 1975 ia mengunjungi Islamic Centre di Washington. Tahun 1977 M ia menghadiri muktamar yang diselenggarakan Rabithah Alam Islami di New York di daerah New Jersey.
Tahun 1977 juga ia menghadiri Konferensi Islam, sebagai ketua delegasi, yang dilaksanakan di Kanada. Setiap kali menghadiri konferensi ia selalu menyatakan ketulusannya dalam berupaya memahami Islam secara benar dan mengubah jama'ahnya dari pemahaman-pemahaman keliru.
Tahun 1976 ia mengunjungi Saudi Arabia, Turki dan sejumlah negara Timur serta menghadap tokoh-tokoh Islam negara yang dikunjunginya.
Tahun 1975 ia mengumumkan tokoh-tokoh pendamping selama ia memimpin jama'ah. Mereka adalah :
Karim Abdulaziz dan Dr. Na'Imam Muslim Akbar : asisten khusus.
Abdulhalim Farrakhan : juru bicara organisasi.
Dr. Abdulalim Syabbaz, Dr Fathimah Ali dan Fahmiyyah Sulthan : dewan penasehat bid. Kebudayaan.
John Abdulhaq : sekretris jenderal.
Elijah Muhammad II : komandan militer.
Reymond Syarif : ketua departemen kehakiman setelah menjadi komandan tertinggi pengawal pergerakan yang disebut Fruit of Islam disingkat FOI, didirikan tahun 1937.
Aminah Rasul : ketua departemen kewanitaan yang disebut MGT.
Dr. Michael Ramadhan : delegasi dari seluruh dewan masjid dan komisi pengarahan.
Thiroon Mahdi (bergabung ke dalam organisasi tahun 1967), menjabat sebagi kepala tim pembedah kerusakan dan penyakit social di kalangan anggota pergerakan yang dibentuk tahun 1976 dengan nama Blight Arrest Pioneer Patrol, disingkat BAPP, badan ini sebagai pengganti FOI.
Ibrahim Kamaluddin : pengawas New Eart Team (NET), semacam proyek perumahan bagi kepentingan angota organisasi di selatan Chicago.
Sultan Muhammad, cucu Elijah Muhammad, dipandang sebagai tokoh organisasi yang pemahaman keislamannya baik. Ia adalah imam untuk memimpin peribadatan di Washington.
Muhammad Ali Cly, petinju dunia termasyur ini pernah mengatakan bahwa Malcolm X yang menyebabkan ia tertarik dan bergabung ke dalam pergerakan ini. Ia termasuk salah satu anggota dewan yang dibentuk Wallace Muhammad setelah ia menjadi pemimpin pergerakan. Dewan termaksud bertujuan untuk menyusun perencanaan jama'ah yang matang.

PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA
Perlu dicatat, pemikiran pergerakan ini berkembang secara bertahap sesuai dengan kepribadian pemimpin yang mempengaruhinya. Karena itu kita mungkin dapat membaginya tiga fase.
Pertama : Fase Wallace D. Fard
Pertama kali berdiri organisasi ini dikenal dengan sebutan 'Umat Islam' (Nation of Islam). Sering pula disebut sebagai 'Kembalinya Umat Islam yang Hilang'. Dalam fase ini ide yang sangat menonjol ialah menekankan kepada seruan kebebasan, persamaan, keadilan dan berjuang meningkatkan nasib anggota. Arah semuanya terfokus kepada ketinggian ras kulit hitam dan keasliannya, menekankan kepada keterkaitan mereka dengan kemurnian bangsa Afrika dan menyerang orang-orang kulit putih sebagai syaitan-syaitan.
Untuk mencapai sasaran tersebut mereka bekerja keras mengubah pedoman hidup para pengikutnya dari Bibel kepada Al-Qur'an. Karena itu dibentuklah dua buah organisasi, Muslim Girls Training (MGT), organisasi khusus wanita, dan Fruit of Islam (FOI), sebuah organisasi khusus kaum pria yang arahnya lebih menjurus kepada sebuah pasukan kuat yang dapat melindungi pergerakan dan mengamankan pusat social dan politiknya.
Kedua : Fase Elijah Muhammad
Elijah Muhammad mengumumkan bahwa Tuhan bukan sesuatu yang ghaib, tetapi harus terjelma pada diri seseorang. Seseorang termaksud adalah Fard, manusia yang telah ditempati unsure-unsur ketuhanan. Dialah yang layak dimintai do'a dan diibadahi. Dengan demikian ia telah menyuntikkan faham-aham kebathinan kepada jama'ahnya. Sedangkan dia sendiri menempati posisi nabi, sehingga ia digelari 'Massager of Allah', 'Utusan Allah'.
Pengikutnya dilarang memakai kutek, meminum khamar, merokok berlebihan dalam makan, berzina, bercampur baur antara pria dan wanita. Mereka dianjurkan menikah antara sesama anggota. Selanjutnya para pengikutnya dilarang pula bersantai-santai (mengunjungi) tempat-tempat hiburan dan warung kopi.
Organisasi ini berusaha keras mengangkat ras kulit hitam. Bahkan dianggap sebagai sumber segala makna kebaikan. Berbarengan dengan itu mereka tidak henti-hentinya menghina bangsa-bangsa kulit putih, sebagai orang-orang hina dan rendah. Tidak syak lagi bahwa pergerakanny hanya terbatas pada orang-orang kulit hitam. Keterbatasan ini sangat jelas tampak dalam doktrin-doktrinnya.
Elijah hanya mempercayai sesuatu yang dapat diraba. Karena itu, ia tidak mempercayai adanya Malaikat dan Hari Kebangkitan. Sebab, menurutnya, yang dimaksud dengan kebangkitan itu ialah kebangkitan berfikir orang-orang kulit hitam di Amerika.
Ia juga menolak bahwa Nabi Muhammad sebagai Nabi teraklhir. Malah dia memproklamasikan dirinya sebagai rasul teraklhir dengan alas an tidak ada seorang rasulpun yang dating dengan bahasa kaumnya kecuali dia. Maka dialah, Elijah Muhammad telah dating sebagai nabi yang membawa wahyu dari Fard dengan bahasa kaumya, yaitu bahasa orang-orang kulit hitam.
Dia selain percaya kepada kitab-kitab samawi, juga mempercayai satu kitab khusus yang akan turun kepada kaumnya, orang-orang kulit hitam. Kitab ini merupakan kitab samawi terakhir yang turun untuk umat manusia.
Pada masa Elijah Muhammad, shalat lebih bersifat pembacaan surat Al-Fatihah, do'a-do'a ma'tsur disertai dengan menghadap qiblat dan menghadirkan gambar Fard dalam fikiran. Shalat semacam ini itu dilakukan lima kali dalam satu malam.
Setiap tahun mereka berpuasa pada bulan Desember, sebagai pengganti puasa Ramadhan. Selain itu anggotanya diwajibkan membayar iuran sebesar sepersepuluh dari penghasilannya untuk kepentingan organisasi.
Dia menyusun beberapa buku yang menggambarkan ide dan fikirannya. Antara lain, Massage to the Blackman, Our Saviour has Arrived, Supreme Wisdom, The Fall of Amerika dan How to Eat to Life? Untuk melengkapi pblikasinya mereka menerbitkan sebuah buletin, 'Muhammad Speaks', dalam bahasa mereka.
Ketiga : Fase Waritsuddin Muhammad
Tgl 24 Nopember 1975, nama organisasi diubah menjadi 'Bilalians', dinisbatkan kepada Bilal al-Hansyi, mu'adzin Rasulullah SAW.
Tanggal 19 Juni 1975 Waritsuddin menghapus peraturan yang melarang kulit putih bergabung ke dalam organisasi. Dampaknya, 25 Pebruari 1975, dalam sebuah pertemuan terbuka, tampak sejumlah orang-orang kulit putih bergabung bersama mereka duduk berdampingan. Bendera Amerika diletakkan berdampingan dengan bendera organisasi. Sebelumnya bendera Amerika dipandang sebagai lambang kulit putih, bermata biru, syaitan dan dedemit.
Tanggal 29 Agustus 1975 dikeluarkan sebuah keputusan perlunya penyelenggaraan puasa Ramadhan dan upacara 'Idulfitri.
Tanggal 14 Nopember 1975, buletin Muhammad Speaks diubah menjadi 'Bilalians News'. Kemudian menyusul pengumuman bahwa imam organisasi disebut Imam Akbar, pengganti perdana menteri. Kata-kata 'menteri kuil' diubah menjadi imam, yang tugas utamanya mengurusi social-sosial keagamaan. Sedangkan urusan lainya diserahkan kepada pengurus pimpinan pusat organisasi. Seterusnya kuil-kuil mereka direnovasi supaya sesuai dengan kepentingan penyelenggaraan shalat.
Tanggal 3 Oktober 1975 dikelurakan sebuah intruksi agar shalat dilakukan dengan benar, seperti yang dilakukan umat Islam, lima kali dalam satu hari satu malam. Lalu memperkokoh akhlak Islam dalam tata krama, perasaan, bersikap dan berhijab bagi wanita.
Para da'i organisasi melakukan kunjungan ke penjara-penjara, menyiarkan dakwah kepada penghuninya. Sehubungan dengan program ini, para penjaga keamanan penjara telah mencatat beberapa kemajuan bahwa pesakitan orang kulit hitam, yang terkenal dengan kenakalan dan pembangkangannya, setelah masuk Islam, mereka menjadi orang yang berdisiplin tinggi dan patuh. Dengan demikian bagian keamanan penjara merasa sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan para da'i di penjara.
Dalam rangka perbaikan organisasi, pimpinan terus-menerus melakukan perbaikan terhadap pemahaman keislaman anggotanya. Hal tersebut tidak berarti bahwa organisasi ini telah berorientasi pada Islam yang benar 100 %. Tetapi, jika dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, periode ini telah menampakkan arah perbaikan yang nyata menuju kepada yang lebih benar dalam beberapa segi, baik mengenai pemikiran maupun aqidahnya. Karena itu, organisasi ini masih sangat memerlukan perbaikan-perbaikan di bidang aqidah dan penerapannya sehingga benar-benar menjadi aqidah dan penerapan Islam yang murni.
Sering terjadi keguncangan di kalangan pemimpin organisasi ini. Salah satu akibatnya, tgl 15 Mei 1985, Waritsuddin mengumumkan pemecahan organisasi dan membiarkan setiap Biro organisasi bekerrja sendiri-sendiri. Setiap hari ada saja sesuatu yang baru mengenai nasib organisasi ini.
Ada pula upaya-upaya yang dilakukan Mu'amar Qaddafi dan Iran untuk menyetir dan mengarahkan supaya mengikuti kepentingan mereka. Di dalam organisasi ini sering muncul tokoh-tokoh baru, selain tokoh-tokoh lama yang tenggelam entah kemana. Kadang-kadang muncul pula perpecahan yang mengancam keutuhan organisasi secara keseluruhan.
AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDIOLOGINYA
Gerakan ini muncul dibayang-bayangi oleh dua kekuatan besar yang tampil di tengah-tengah orang kulit hitam. Dua kekuatan itu ialah :
Gerakan Moorisme yang diserukan oleh Negro Amerika yang bernama Timothi Drew Ali (1886-1929). Gerakan yang didirikan tahun 1913 ini adalah sebuah gerakan dakwah yang ajarannya merupakan campuran antara prinsip-prinsip social dan aqidah keagamaan yang ada di Asia. Mereka menggangap dirinya sebagai kaum Muslimin. Namun gerakan ini praktis lumpuh setelah kematian pimppinannya.
Organisasi Marcus Garvey (1887-1940). Tahun 1916 Marcus mendirikan sebuah organisasi politik untuk orang-orang kulit hitam dengan nama Universal Negro Improvement Association. Organisasi ini dinyatakan sebagai gerakan Kristen dengan keyakinan bahwa Al-Masih dan ibunya sebagai orang Negro. Kemudian tahun 1925 pemimpin organisasi ini dibuang dari Amerika. Peristiwa inilah yang mengakibatkan kemunduran organisasi.
Karena The Bilalians dapat dikatakan sebagai gerakan yang memandang Islam sebagai warisan ruhani yang mempu menyelamatkan orang-orang Negro dari dominasi kulit putih dan mendorong mereka membentuk satu bangsa yang tersendiri, yang memiliki hak, kepentingan dan kedudukannya.
PENYEBARAN DAN KAWASAN PENGARUHNYA
Jumlah orang Negro di Amerika lebih dari 35 juta jiwa. Sekitar satu juta dari mereka adalah Muslim. Masjid mereka disebut Temples (kuil). The Bilalians memiliki sekitar 80 cabang yang tersebar di berbagai kota di Amerika dan memiliki lebih dari 60 lembaga pendidikan. Jam pertama dari jadwal pelajaran setiap harinya dikhususkan untuk pelajaran agama Islam.
Umat Negro berpusat di Detroit, Chicago dan Washington. Mereka memimpikan berdirinya sebuah negara merdeka. Di antara mereka terjalin persaudaraan yang erat, seperti tampak pada cara penyelesaian persoalan-persoalan umum organisasi dan masyarakat Negro Muslim.

Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Copyright © Al-Islam 1998
Jl. Pahlawan Revolusi, No 100, Jakarta 13430
Telpon: 62-21-86600703, 86600704, Fax: 62-21-86600712
E-Mail: info@alislam.or.id


Al-Irsyad Al-Islamiyyah



7. Al-Irsyad Al-Islamiyyah
11/07/2001

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Muhammadiyah, Al-Irsyad dan Persatuan Islam (Persis) merupakan tiga serangkai organisasi Islam pembaharu yang paling berpengaruh di Indonesia. Pada awal abad XX telah lahir sejumlah tokoh elit Muslim. Mereka memiliki semangat pembaharuan dalam pemikiran keagamaan.
Semangat reformasi itu datang bersamaan dengan maraknya perkembangan ide-ide reformasi yang berkembang di Timur Tengah. Pada pertengahan abad XVIII, di Jazirah Arab muncullah gerakan yang dipimpin oleh Muhammad bin Abdul Wahhab (1703-1787). Gerakan ini merupakan tanggapan nyata dari pemikiran Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (1263-1328) dan muridnya yang terkenal Ibn Qayyim Al-Jauziyah (1292-1350) dua orang tokoh reformis Islam yang memberi ciri awal munculnya renesans dunia Islam, untuk kembali kepada kemurnian Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Pada awal pekembangannya, Islam di Indonesia terutama pula Jawa yang juga pusat Kerajaan Hindu-Jawa, mengalami tantangan yang sungguh berat. Di mana pada umumnya keadaan masyarakat sudah memiliki keyakinan yang mendarah daging dengan kebudayaan Hindu yang kental. Akan tetapi perkembangan agama Islam di Indonesia terutama di Jawa menjadi pesat diantaranya karena peran yang cerdik dan kemampuan berdakwah yang handal dari tokoh-tokohnya pada jaman yang terkenal dengan sebutan "Wali Sanga/Wali sembilan." Tokoh Islam yang terkemuka pada jamannya itu, berdakwah menyebarkan agama dengan contoh ketauladanan dan kemampuan spiritualnya yang tinggi serta mengikuti atau menyiasati keadaan tradisi dan kebudayaan setempat dengan mendahulukan pemahaman tata cara beribadah dan mengesampingkan pemahaman aqidah. Sehingga tidak terjadi pergolakan atau kegaduhan dengan tradisi masyarakat setempat. Hal ini mungkin menurut pertimbangan tokoh-tokoh Islam yang arif pada jamannya itu sebagai metode dakwah yang tepat dengan berpegang teguh kepada "bil hikmah wal mau'izhah hasanah."Dan pada masanya nanti diharapkan akan datang para pendakwah dan mubaligh yang gigih mengajarkan pemahaman aqidah yang murni.

Keadaan perkembangan agama Islam dengan wawasan aqidah yang kurang tersebut pada umumnya di kalangan masyarakat, terus berjalan sampai kemudian muncul tokoh-tokoh muda reformis dengan menekankan kepada pemahaman aqidah yang murni bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dari sinilah kemudian perkembangan pemikiran Islam mulai tumbuh dan tidak dipungkiri merupakan hal yang mesti terjadi adalah perang urat saraf, pergolakan pemikiran antara pro pembaharu dengan pemikiran moderat gaya Wali Sembilan. Kelompok tersebut bermuara sampai sekarang pada kelompok-kelompok terbesar di Indonesia, yaitu dari kalangan NU (Nahdlatul 'Ulama) yang moderat dan kelompok elitis kalangan cendekiawan yaitu Muhammadiyah Al-Irsyad dan Persis (Persatuan Islam) yang pro pembaharu yang merupakan tiga serangkai yang tidak terpisahakan hingga saat ini. Walaupun sekarang terlihat pola-pola pemikiran NU cenderung terjadi perubahan dimana yang dahulunya hanya menganut satu mazhab yaitu Imam Syafii dengan ciri khas tradisi ke-Nu-annya, sekarang sudah banyak pemikirannya yang lintas mazhab tetapi dikalangan bawah perbedaan di dua kelompok besar itu sangat kental. Sehingga kita dapat melihat warga NU jum'atan di masjid NU, warga Muhammadiyah Jum'atan di masjid Muhammadiyah hanya karena persoalan masalah adzan dalam shalat Jum'at dimana untuk warga Nahdliyin dengan menggunakan dua adzan sementara kalangan Muhamadiyah hanya satu adzan. Ini adalah salah satu perbedaan furu'iyah yang memang mesti terjadi dan tidak mungkin menyatukan fisi hal-hal semacam ini. Sehingga mujtahid terkenal di abad ini, Syaikh Yusuf Qardawi menyatakan bahwa merupakan hal yang bodoh dan mustahil menyatukan semua pendapat di dalam Islam dalam masalah furu' (cabang) karena tabiat agama Islam memang menghendaki adanya bergamai macam penafsiran atau perbedaan selain berbagai macam factor lainnya.

SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA

Al-Irsyad berdiri setelah berdirinya Jamiat Khair yaitu organisasi yang didirikan warga keturunan Arab di Jakarta yang hanya khusus bergerak dalam bidang pendidikan. Salah satu tokoh penting dan sangat berpengaruh adalah Ahmad Soorkatty (Ahmad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Assorkatty) dari keturunan Sudan, waktu itu termasuk wilayah Mesir.

Ahmad Surkati dilahirkan di pulau Arqu daerah Dunggulah, Sudan. Ia sudah menghafal Al-Qur'an di usia mudanya berkat ketekunan dan kasih sayang ayahnya menggembleng anaknya yang juga merupakan ulama besar yang terkenal. Setelah ayahnya meninggal dunia, ia melanjutkan belajarnya ke Al-Azhar, Mesir. Sampai kemudian melanjutkan belajar di Makkah dan dengan thesisnya tentang Al-Qadha wal Qadar, ia meraih gelar Al 'Allamah (1326 H/1908 M) dengan asuhan guru besar Syaikh Muhammad bin Yusuf Alkhayaath dan Syaikh Syu'aib bin Musa Almaghribi.

Pengembaraannya ke Indonesia bermula dari permintaan Jami'at Khair di Indonesia untuk mengajar. Melalui perantaraan Syaikh Muhammad bin Yusuf Al-Khayyath dan Syaikh Husain bin Muhammad Al-habsyi sampailah maksud Surkati untuk memenuhi permintaan Jami'at Khair dengan membawa bekal keyakinan "mati di Jawa dengan berjihad lebih suci daripada mati di Makkah tanpa jihad." Akan tetapi setelah beberapa lama terjadi ketidakharmonisan hubungan antara pihak Jami'at Khair dengan Surkati, akhirnya Surkati keluar dan kemudian setelah berdiri dan berkembangnya pendidikan madrasah Al-Irsyad, ia menjadi pengajar di madrasah Al-Irsyad. Keberadaan Surkati di Al-Irsyad meroketkan organisasi tersebut jauh meninggalkan Jami'at Khair. Di samping memang Jami'at Khair terdapat banyak kelemahan di dalam sosiokulturalnya, di antaranya masih memandang tentang perbedaan status sosial.

Kedatangan Surkati di pulau Jawa bulan Maret 1911 ternyata kemudian menjadi peristiwa penting dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia, yaitu sejarah pekembangan faham pembaharuan Islam di Indonesia terutama karena kegiatannya yang suka bergelut dalam bidang pendidikan ketimbang keorganisasian Al-Irsyad itu sendiri.

Pada saat Ahmad Surkati mengujungi sahabatnya, Awad Sungkar Al-Urmei di Solo tahun 1912, dalam perjalanannnya bertemu dengan tokoh pribumi (Ahmad Dahlan) yang sedang asyik membaca majalah Almanar dan mengaguminya karena kemampuannya membaca bahasa Arab. Di samping itu memang karena jalan pikirannya yang sama tentang pemahaman pemurnian aqidah sehingga keduanya menjadi akrab. Dalam pertemuan dan perkenalannya inilah terjadi tukar pikiran antara keduanya sampai pada kesimpulan yang mengandung tekad mereka berdua untuk sama-sama mengembangkan pemikiran Muhammad Abduh di Indonesia.

Pada waktunya di kemudian berkembang pesatlah organisasi pembaharu yang menjadi terkenal dan besar di Indonesia hingga saat ini, yaitu Al-Irsyad Al-Islamiyah dan kemudian menyusul pada tahun 1912 berdiri Muhamadiyah oleh Ahmad Dahlan di Yogyakarta. Dan pada tahun 1923 berdiri pula organisasi yang sepaham yaitu Persatuan Islam di Bandung.

Di dalam akte pendirian dan Anggaran Dasar Al-Irsyad yang disahkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, tercatat pengurus pertamanya adalah:

  • Salim bin Awad Balweel sebagai ketua.
  • Muhammad Ubaid Abud sebagai sekretaris.
  • Said bin Salim Masy'abi sebagai bendahara.
  • Saleh bin Obeid bin Abdat sebagai penasehat.
Setelah keluarnya beslit dari Gubernur Jenderal itu, pada hari Selasa tanggal 19 Syawwal 1333/31 Agustus 1915, telah diadakan Rapat Umum Anggota. Dalam rapat itu diputuskan susunan pengurus untuk kepentingan intern:

  • Salim bin Awad Balweel sebagai ketua.
  • Saleh bin Obeid bin Abdat sebagai wakil ketua.
  • Muhammad Ubaid Abud sebagai sekretaris.
  • Said bin Salim Masy'abi sebagai bendahara.
Pengurus ini dilengkapi dengan 19 orang sebagai komisaris yang berkewajiban mengawasi jalannya perhimpunan dengan berbagai permasalahan yang dihadapinya, yaitu:
  1. Ja'far bin Umar Balfas.
  2. Abdullah bin Ali Balfas.
  3. Abdullah bin Salmin bin Mahri.
  4. Abdullah bin Abdulqadir Harharah.
  5. Sulaiman bin Naji.
  6. Ahmad bin Thalib.
  7. Muhammad bin Said Aluwaini.
  8. Ali bin Abdullah bin 'On.
  9. Mubarak bin Said Balwel.
  10. Awad bin Said bin Eili.
  11. Said bin Abdullah Basalamah.
  12. Awad bin Ja'far bin Mar'ie.
  13. Salim bin Abdullah bin Musa'ad.
  14. Said bin Salim bin Hariz.
  15. Aid bin Muhammad Balweel.
  16. Abud bin Muhammad bin Al-Bin Said.
  17. Ghalib bin Said bin Thebe'.
  18. 'Abid bin Awad Al-'Uwaini dan
  19. Mubarak Ja'far bin Said.
Sayyid Abdullah bin Alwi Alatas merupakan tokoh pendukung utama yang pada saat kelahiran Al-Irsyad sebagai penyumbang dana terbesar walaupun tidak aktif dalam kepengurusan, yaitu sekitar uang sejumlah 10.000 ton beras jika dibandingkan jumlah beras pada waktu itu.
Selain itu terdapat tokoh-tokoh terhormat dan terpercaya lainnya yang juga tidak masuk dalam kepengurusan seperti Sayyid Abdullah bin Abudakar Al-Habsyi, Sayyid Abdullah bin Salim Alatas dan masih banyak lagi tokoh-tokoh lainnya.

ARAH PERJUANGAN DAN SIFAT IDIOLOGINYA
Perjuangan dan cita-cita Al-Irsyad serta keyakinannya dapat dilihat dalam apa yang disebut "Pedoman Asasi Al-Irsyad", yaitu:
  1. Hakekat Al-Irsyad


    Organisasi ini menamakan dirinya sebagai perhimpunan yang bertujuan memurnikan pemahaman tauhid, 'ibadah dan 'amaliyah Islam dan bergerak dalam bidang pendidikan, pengajaran, kebudayaan dan dakwah Islam serta kemasyarakatan berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah guna mewujudkan pribadi Muslim dan masyarakat Islam menuju keridhoan Allah SWT.

  1. Mabadi' Al-Irsyad
    1. Memahami ajaran Islam dari Al-Qur'an dan As-Sunnah dan bertahkim kepadanya.
    2. Beriman dengan aqidah Islamiyah yang berdasarkan nash-nash Kitab Al-Qur'an dan Sunnah yang sahih, terutama bertahud kepada Allah yang bersih dari syirik, takhayul dan khurafat.
    3. Beibadah menurut tuntunan Kitabullah dan Sunnah rasul-Nya, bersih dari bid'ah.
    4. Berakhlak dengan adab susila yang luhur, moral dan etik Islam serta menjauhi adat istiadat, moral dan etik yang bertentangan dengan Islam.
    5. Memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan duniawi dan ukhrawi yang diridhoi Allah SWT.
    6. Meningkatkan kehidupan dan penghidupan duniawi pribadi dan masyarakat selama tidak diharamkan oleh Islam dengan nash serta mengambil faedah dari segala alat dan cara teknis, organisasi dan administrasi modern yang bermanfaat bagi pribadi dan ummat, materiil dan spiituil.
    7. Bergerak dan berjuang secara terampil dan dinamis dengan pengorganisasian dan koordinasi yang baik bersama-sama organisasi-organisasi lain dengan cara ukhuwah Islamiyah dan setia kawan, serta saling Bantu dalam memperjuangkan cita-cita Islam yang meliputi kebenaran, kemerdekaan, keadilan dan kebajikan serta keutamaan menuju keridhoan Allah.
Perkembangan oganisasi Al-Irsyad kurang begitu pesat jika dibandingkan dengan organisasi yang lahir jauh sesudahnya seperti Muhammadiyah dan NU. Hal ini bisa dilihat karena kebanyakan para pengurus dan pendukung organisasi ini adalah dari kalangan keturunan Timur Tengah (Arab). Adanya jarak antara masyarakat keturunan Arab dengan pribumi menyebabkan sosialisasi organisasi ini kurang menyentuh atau melebar ke masyarakat pribumi.
Dilihat dari pergerakan keorganisasiannya, Al-Irsyad lebih cenderung penekanannya dalam bidang sosial pendidikan. Mengenai masalah perpolitikan, organisasi ini cenderung bersifat netral atau kurang menyentuhnya sehingga pada hal-hal yang justru mengandung nilai perjuangan yang tinggi yaitu perjuangan untuk ummat Islam dapat menjalankan syari'atnya dengan kafah di negara RI, kurang mendapat respon. Hal ini tidak jauh berbeda dengan organisasi-organisasi keagamaan Islam besar lainnya sepeti NU dan Muhamadiyah yang cenderung menerima Pancasila sebagai satu-satunya dasar/azas negara RI dan UUD 1945 sebagai sumber dari segala sumber hukum dengan alasan tidak ada larangan menjalankan kebebasan agama di dalamnya. Sementara perjuangan penegakkan syari'at Islam di Indonesia sebagian besar hanya dilakukan oleh tokoh-tokoh dan kaum militan Islam dan sayangnya kelompok ini adalah kelompok minoritas.
Memang jika dalam pemahaman yang netral universal Pancasila itu sendiri diLihat dari redaksionalnya telah mewadahi berbagai umat beragama dan kepercayaan untuk melaksanakan sesuai keyakinannya, tetapi sesungguhnya yang terjadi selama ini adalah pemahaman yang secara sepihak dibiaskan oleh pemerintah menurut pemahamannya sehingga pelaksanaan "Kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya" sebagai nilai yang terkandung di dalam sila pertama Pancasila tidak pernah terwujud dengan menyeluruh. Yang terwujud hanyalah masalah hukum-hukum seperti pernikahan, waris, dan sejenisnya yang belum menyentuh kepada hukum-hukum yang lebih jauh yang telah sedemikian detail ada dalam hukum syara'.
Belum lama terdapat suatu kejadian yang mungkin menjadi sejarah yang penting bagi pelaksanaan hukum-hukum syari'at Islam di Indonesia tatkala kelompok Laskar Jihad pinpinan Ja'far Umar Thalib, di Maluku terjadi pelaksanaan hukum rajam bagi pelaku zina sesuai syarat-syarat yang telah ditentukan menurut syara'. Di sini seharusnya peran pemerintah sebagai fasilitator. Dimana ada rakyatnya yang dengan suka rela mau menggunakan hukum syari'at Islam sebagai keyakinannya dan pemerintah tidak perlu menghalanginya karena itu adalah keyakinan agamanya yang telah dijamin kebebasannya dalam Pancasila. Tetapi malah justru pimpinan Laskar Jihad itu ditankap dan dipojokkan. Kecuali jika si pelaku kejahatan itu tidak mau dan berlindung kepada hukum negara, barulah negara turut campur didalamnya. Maka dalam hal ini para ulama telah lepas dan bebas dari kewajibannya menjalankan hukum fardu kifayah kepada sipelaku zina tersebut dengan beralihnya permasalahan hukum ke tangan pemerintah atas dasar "tidak ada paksaan di dalam agama Islam." Jikalau pemerintah memiliki alasan kuat karena belum adanya undang-undang yang secara khusus mengatur hal itu, disitulah kesalahan yang fundamental. Hal ini karena mengesamingkan pemasalahan dasar kehidupan beragama dan bernegara tidak tuntas dan lebih mementingkan ekonomi dan duit yang terbukti di jaman reformasi sekarang ini duit dan kekayaan hanya lari pada segolongan atau segelintir orang sementara kebanyakan rakyat menderita kemiskinan, pengangguran dan krisis sosial yang berat. Kesenjangan sosial yang dahsyat ini sesungguhnya mengandung ancaman yang sangat besar terhadap potensi perpecahan.
Akibat dari dasar pengaturan kehidupan sosial ekonomi, keagamaan, kenegaraan dan tata kehidupan internasional yang tidak jelas inilah sumber dari segala sumber mala petaka. Hukum fardu kifayah ummat untuk ummat Islam di Indonesia dapat menjalankan syariat secara kaffah masih mengena kepada setiap yang mengaku bersungguh-sungguh memeluk agama Islam selama perjuangan itu belum terwujud.
PENDIDIKAN SEKOLAH DI AL-IRSYAD
Al-Irsyad membagi jenjang pendidikannya sebagai berikut:
  • Awwaliyyah untuk 3 tahun pelajaran
  • Ibtidaiyyah untuk 4 tahun pelajaran, dimana kedua jenjang pendidikan ini erupakan pendidikan tingkat pemula atau dasar.
  • Tajhiiziyyah untuk 2 tahun pelajaran, yang merupakan jenjang lanjutan atau menengah.
  • Mu'allimin untuk 4 tahun pelajaran yang mengarahkan murid-murid untuk langsung mengajar sebaai asisten.
  • Terakhir adalah Takhassus untuk masa 2 tahun pelajaran, yaitu spesialisasi yang dipilih siswa.
Penjenjangan itu pada mulanya dilaksanakan pada kelas-kelas, belum pada sekolah, artinya seluruhnya dalam satu sekolah dan satu bangunan. Ini disebabkan karena beragamnya siswa dilihat dari segi usia masing-masing. Siswa yang tingkat kecerdasannya tinggi, bisa saja dalam waktu singkat dipindahkan ke kelas yang jenjangnya lebih tinggi. Dengan demikian seluruh jenjang itu tidak harus ditempuh siswa selama 13 tahun.
Pada dasarnya di sekolah Al-Irsyad itu diajarkan pelajaran bahasa Arab sebagai mata pelajaran terpenting, sebagai alat utama untuk memahami Islam dari sumber-sumber pokoknya. Selain itu tekanan pendidikan juga diarahkan kepada pelajaran Tauhid, fiqh dan sejarah. Secara umum dapat disimpulkan bahwa pendidikan di Al-Irsyad merupakan sarana pembentuk watak, cita-cita dan kemauan serta mengarahkannya kepada ajaran yang benar dari Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai pembaharuan yang memiliki pengaruh jangka panjang sesuai dengan konsepsi Muhammad Abduh.
Tercatat sebagai tokoh-tokoh pendidikan yang terkenal yang menjadi pengajar pada Madrasah Al-Irsyad adalah:
  • Syaikh Ahmad Surkati, lulusan darul Ulum Makkah.
  • Syaikh Ahmad Al-Aqib Al-Anshari, lulusan Al-Azhar Cairo (1909).
  • Abul Fadhel Sati Al-Anshary, lulusan College Gordon Sudan (1911).
  • Muhammad Al-Hasyimi, lulusan AZ-Zaitun Tunisia (1907).
  • Syaikh Hasan Hamid Al-Anshary, lulusan Syari'ah Wad-diin Sudan (1908).
  • Syaikh Muhammad Nur Al-Anshary, lulusan Syari'ah Wad-diin Sudan (1912).
  • Sayyid Muhammad Alattas, lulusan Cairo.
  • Syaikh Muhammad Al-Madani, lulusan Al-Azhar Cairo.
  • Syaikh Abu Zayd Al-misri, lulusan Al-Azhar Cairo (1912).
  • Syaikh Hasan Abu Ali Ats Tsiqah, lulusan Darul 'Ulum Makkah.
  • Sutan Abdul Hamid, guru bahasa Arab dan sederetan nama-nama besar lainnya.
DAERAH PENYEBARANNYA
Pada tanggal 29 Agustus 1917 Al-Irsyad membuka cabangnya yang pertama di Tegal dengan diketuai oleh Ahmad Ali Baisa.
20 Nopember 1917 disahkan keputusan pembukaan cabang Al-Irsyad yang kedua yaitu di Pekalongan dengan ketua pertama kalinya Said bin Salim Sahaq.
Cabang Al-Irsyad yang ketiga dibuka di Bumiayu pada tangal 14 Oktober 1918 dengan ketuannya yang pertama Husein bin Muhammad Alyazidi.
Pada tanggal 31 Oktober 1918 Al-Irsyad membuka cabangnya yang ke empat di Cirebon dengan ketua petamanya Ali Awad Baharmuz.
21 Januari 1919 dibuka cabang ke lima di Surabaya. Pembukaan cabang di Surabaya ini dinilai sebagai peristiwa amat penting dalam sejarah Al-Irsyad, karena kedudukan Surabaya waktu itu sebagai pusat kegiatan pergerakan Islam dan tempat berdomisilinya para pemuka masyarakat Muslimin pada waktu itu. Cabang ini pertama kalinya diketuai oleh Muhammad bin Rayis bin Thaib.
Dari tahun 1927 sampai dengan tahun 1931 telah tercatat bedirinya cabang-cabang Al-Irsyad di Lhoseumawhe (Aceh), Menggala (Lampung), Sungeiliat (Bangka), Labuan Haji dan Talewang (Nusa Tenggara Barat), Pamekasan, Probolinggo, Krian, Jombang, Bangil, Sepanjang, Semarang, Comal, Pemalang, Purwoketo, Gebang Indramayu, Cibadak, Sindanglaya dan Solo.
Sampai tahun 1970-an, Al-Irsyad telah tersebar cabangnya sampai ke seluruh propinsi Sulawesi Utara. Dan hingga sekarang pada umumnya tiap propinsi telah berdiri cabang Al-Irsyad. (Ahmad Diar)
Sumber: Rujukan utama AL-IRSYAD MENGISI SEJARAH BANGSA, H. Hussein Badjerei

Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Copyright © Al-Islam 1998
Jl. Pahlawan Revolusi, No 100, Jakarta 13430
Telpon: 62-21-86600703, 86600704, Fax: 62-21-86600712
E-Mail: info@alislam.or.id





Komentar Terakhir

Template by - Abdul Munir - 2008 - layout4all