9. Al-Ikhwan Al-Muslimun
09/30/2001
09/30/2001
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Al-Ikhwan
al-Muslimun adalah sebuah gerakan Islam terbesar di zaman modern ini. Seruannya
ialah kembali kepada Islam sebagaimana yang termaktub di dalam Al-Qur'an dan
As-Sunnah serta mengajak kepada penerapan syari'at Islam dalam kehidupan nyata.
Dengan tegar gerakan ini telah mampu membendung arus sekularisasi di dunia Arab
dan Islam.
SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA
Pendirinya
adalah Syaikh Hasan al-Banna (1324 - 1368 H/1906 - 1949 M). Lahir di sebuah
kampung di kawasan Buhairah, Mesir. Ia tumbuh di dalam lingkungan yang taat
beragama, yang menerapkan Islam secara nyata dalam seluruh aspek kehidupannya.
Di samping
belajar agama di rumah dan di masjid, ia belajar pada sekolah pemerintah. Kemudian
melanjutkan pelajarannya ke Dar al-'Ulum, Kairo dan tamat pada tahun 1927.
Setelah tamat
dari Dar al-'Ulum, ia menjadi guru pada sebuah sekolah dasar di Isma'iliyyah.
Dari Isma'iliyyah inilah ia memulai aktivits keagamaannya di tengah-tengah
masyarakat, terutama di warung-warung kopi di hadapan para karyawan Proyek
Terusan Suez.
Dzul Qa'idah
1327 H/April 1928 M adalah bulan didirikannya cikal bakal gerakan Al-Ikhwan
al-Muslimun.
Tahun 1932
Hasan al-Banna pindah ke Kairo. Bersama itu pula gerakannya berpindah dari
Isma'iliyyah ke Kairo.
Tahun 1352
H/1933 M beliau menerbitkan sebuah berita pekanan Ikhwan yang dipimpin oleh
Ustadz Muhibuddin Khatib (1303 - 1389 H/1886 - 1969 M). Kemudian tahun 1357
H/1938 M terbit majalah al-Nadzir. Lalu menyusul al-Syihab, tahun 1367 H/1947
M. Seterusnya majalah dan berita-berita Ikhwan terbit secara teratur.
Pada awal
berdirinya, tahun 1941 M, gerakan Ikhwan hanya beranggotakan 100 orang, hasil
pilihan langsung ustadz Hasan al-Banna sendiri.
Tahun 1948
Ikhwan turut serta dalam perang Palestina. Mereka masuk dalam angkatan perang
khusus. Peristiwa ini telah direkam secara rinci oleh ustadz Kamil Syarif dalam
bukunya 'Al-Ikhwan al-Muslimun fi Harbi Falasthin.
Pada tanggal 8
Nopember 1948, Muhammad Fahmi Nagrasyi, perdana menteri Mesir waktu itu,
membekukan gerakan Ikhwan dan menyita harta kekayaannya serta menangkap
tokoh-tokohnya.
Desember 1948,
Naqrasyi diculik. Orang-orang Ikhwan dituduh sebagai pelaku penculikan dan
pembunuhan tersebut. Ketika jenazah Naqrasyi di usung, pendukung-pendukungnya
berteriak-teriak, "Kepala Naqrasyi harus dibayar dengan kepala Hasan
al-Banna." Dan pada tanggal 12 Pebruari 1949 Hasan al-Banna terbunuh oleh
pembunuh misterius.
Tahun 1950
berdasarkan keputusan Dewan Tertinggi Negara, Ikhwan direhabilitasi. Ketika itu
Mesir diperintah oleh kabinet al-Nuhas. Dewan tersebut juga memutuskan bahwa
pembekuan Ikhwan selain tidak sah, juga inkonstitusional.
Tahun 1950
ustadz Hasan al-Hudhaibi (1306 -1393 H/1891 - 1973 M), terpilih menjadi Mursyid
'Al-Mahdi Al-Ikhwan al-Muslimun. Ia adalah salah seorang tokoh kehakiman Mesir.
Ia juga berkali-kali ditangkap. Tahun 1954, ia divonis hukuman mati, tetapi
kemudian diringankan menjadi seumur hidup. Tahun 1971 ia dibebaskan terakhir
kalinya.
Oktober 1951
konflik antara Mesir dn Inggris semakin memuncak. Ikhwan melancarkan perang
urat saraf melawan Inggris di Terusan suez. Peristiwa ini telah direkam oleh
Kamil Syarif dalam bukunya 'Al-Muqawamat al-Sirriyyah fi Qanat Suwes.
Tanggal 23 Juli
1952, pasukan Mesir di bawah pimpinan Muhammad Najib, bekerja sama dengan
Ikhwan melancarkan Revolusi Juli. Tetapi kemudian Ikhwan menolak kerja sama
dalam pemerintahan, karena mereka mempunyai pendapat dan pandangan yang jelas
tentang metode revolusi. Jamal Abdunnashr menganggap penolakan tersebut sebagai
penolakan terhadap mandat revolusi. Kemudian kedua belah pihak terlibat
serangkaian konflik dan permusuhan yang semakin hari semakin tajam. Akibatnya,
tahun 1954, pihak pemerintah melakukan penangkapan besar-besaran terhadap
anggota Ikhwan dan beribu-ribu orang dijebloskan ke dalam penjara. Alasan
pemerintah, karena orang Ikhwan telah berupaya memusuhi dan mengancam kehidupan
Jamal Abdunnashr di lapangan Mansyiyyah, Iskandariyyah. Bahkan pemerintah Mesir
telah menghukum mati 6 anggota Ikhwan.
- Abdulqadir Audah
- Muhammad Farghali
- Yusuf Thal'at
- Handawi Duwair
- Ibrahim Thayyib
- Muhammad Abdullathif
Tahun 1965 -
1966 bentrokan antara Ikhwan dan pemerintah Mesir terulang kembali untuk kedua
kalinya. Pemerintah kembali melakukan penangkapan besar-besaran, melakukan
penyiksaan serta memenjarakan anggota Ikhwan. Bahkan tiga orang di antarannya
telah dihukum gantung, yaitu :
Sayyid Quthb
(1324 - 1387 H/1906 - 1966 M). Ia termasuk pemikir Ikhwan nomor dua setelah
Hasan al-Banna. Dan termasuk salah seorang tokoh Islam di zaman modern ini.
Ditangkap tahun 1954 M dan disekap di dalam penjara selama 10 tahun. Tahun 1964
ia dikeluarkan dari penjara atas desakan presiden Irak, Abdussalam Arif. Namun
tak lama kemudian ia diculik kembali untuk menghadapi hukuman mati.
Yusuf Hawasi
Abdulfattah Isma'il
Sejak itu Ikhwan bergerak secara rahasia sampai Jamal Abdunnashr meninggal dunia 28 September 1970.
Yusuf Hawasi
Abdulfattah Isma'il
Sejak itu Ikhwan bergerak secara rahasia sampai Jamal Abdunnashr meninggal dunia 28 September 1970.
Ketika Anwar
Sadat berkuasa, orang-orang Ikhwan mulai di lepas secara bertahap.
Sepeninggal
Hudhaibi, Umar Tilmisani (1904?1986 M) terpilih menjadi Mursyid. Di bawah
pimpionannya Ikhwan menuntut hak-hak jama'ah secara utuh dan mengembalikan hak
milik jama'ah yang dibekukan oleh Jamal Abdunnashr. Tilmisani menempuh jalan
tidak konfrontatif dengan penguasa dan berkali-kali beliau menyerukan,
"Bergeraklah dengan bijak dan hindarilah kekerasan dan extremisme."
Di luar Mesir
banyak tikoh-tokoh Ikhwan yang muncul, antara lain :
Syaikh Muhammad
Mahmud Shawwaf, pendiri dan pengawas umum Ikhwan di Irak.
Dr. Mushthafa al-Siba'i, pengawas umum pertama Ikhwan di Suriah.
Gerakan Ikhwan di Yordania berdiri tanggal 13 Ramadhan 1364 H. pemimpin pertanya ialah Syaikh Abdullathif Abu Qurrah.
Dr. Mushthafa al-Siba'i, pengawas umum pertama Ikhwan di Suriah.
Gerakan Ikhwan di Yordania berdiri tanggal 13 Ramadhan 1364 H. pemimpin pertanya ialah Syaikh Abdullathif Abu Qurrah.
PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA
Pemahaman
Ikhwan terhadap Islam bersifat universal, tidak mengenal adanya pemisahan
antara satu aspek dengan aspek lainnya.
Kaitanya dengan
dakwah Ikhwan, Syaikh Hasan al-Banna mengatakan, "Gerakan Ikhwan adalah
dakwah salafiyah, thariqah sunniyah, haqiqah shufiyyah, lembaga politik, klub
olah raga, lembaga ilmiah dan kebudayaan, perserikatan ekonomi dan pemikiran
sosial."
Selanjutnya
Syaikh Hasan al-Banna mengatakan bahwa ciri gerakan Ikhwan dalah:
- Jauh dari sumber
pertentangan.
- Jauh dari pengaruh riya dan
kesombongan.
- Jauh dari partai politik dan
lembaga-lembaga politik.
- Memperhatikan kaderisasi dan
bertahap dalam melangkah.
- Lebih mengutamakan aspek
aspek amaliyah produktif dari pada propaganda dan reklame.
- Memberi perhatian sangat
serius kepada para pemuda.
- Cepat tersebar di
kampung-kampung dan dikota-kota.
Selain itu
Syaikh menyebutkan karakteristik Ikhwan sebagai berikut :
- Gerakan Ikhwan adalah gerakan
Rabbaniyyah. Sebab azas yang menjadi poros sasarannya ialah mendekatkan
manusia kepada Rabb-nya.
- Gerakan Ikhwan bersifat
'alamiyah (Internasional). Sebab arah gerakan ditujukan kepada semua umat
manusia.
- Gerakan Ikhwan bersifat
Islami. Sebab orientasi dan nisbatnya hanya kepada Islam.
Selain itu juga Syaikh menetapkan tingkatan amal yang merupakan konsekuensi logis setiap anggota, yaitu :
- Memperbaiki diri, sehingga
menjadi pribadi yang kuat fisik, teguh dlam berakhlak, luas dalam
berfikir, mampu mencari nafkah, lurus berakidah dan benar dalam beribadah.
- Membentuk rumah tangga
islami.
- Memotifasi masyarakat untuk
menyebarkan kebaikan, memerangi kemungkaran dan kerusakan.
- Memerdekakan negara dengan
membersihkan rakyatnyas dari berbagai bentuk kekuasaan asing kuffar di
bidang poplitik, ekonomi ataupun mental spiritual.
- Memperbaiki pemerintahan
sehingga benar-benar menjadi pemerintahan yang islami.
- Mengembalikan eksistensi
negara-negara Islam dengan memerdekakan negerinya dan menghidupkan kembali
keagungannya.
- Menjadi guru dunia dengan
menyebarkan Islam ke tengah-tengah umat manusia, sehingga tidak ada fitnah
lagi dan Dien hanya benar-benar milik Allah.
"Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan Nur (Dien)-Nya." (Q.S. at-Taubah :32).
Tentang tahapan
dakwah Hasan al-Banna membaginya menjadi tiga tahap :
- Tahap pengenalan.
- Tahap pembentukan.
- Tahap pelaksanakan.
Dalam Risalah
Ta'alim, Hasan al-Banna berkata, "Rukun Bai'at kita ada sepuluh. Karena
itu hafallah baik-baik. Yaitu: Faham, Ikhlas, Amal, Jihad, Berkorban, Tetap
pada pendirian, Tulus, Ukhuwah dan percaya diri." Kemudian beliau berkata,
"Wahai saudaraku yang sejati! Ini merupakan garis besar dakwah Anda. Anda
dapat menyimpulkan prinsip-prinsip tersebut menjadi lima kalimat berikut :
- Allah tujuan kami.
- Rasulullah SAW. teladan kami.
- Al-Qur'an dustur kami.
- Jihad jalan kami.
- Mati shahid cita-cita kami yang
tertinggi.
Ciri-cirinya
dapat disimpulkan menjadi lima kata, yaitu : sederhana, membaca Al-Qur'an,
shalat, sikap kesatria dan akhlaq."
Ustadz Sayyid
Quthb, dalam bukunya Khashaish al-Tashawwur al-Islami wa Muqawwimatuhu,
memberikan gambaran tentang pemahamannya dan pemahaman Ikhwan. Karakteristik
konsep Islam itu berazaskan kepada :
- Rabbaniyyah
- Tetap
- Seimbang
- Positif
- Realistik
- Tauhid.
Setiap
karakteristik diberi penjelasan tersendiri secara gamblang dan luas.
Lambang
Al-Ikhwan al-Muslimun adalah dua bilah pedang menyilang melingkari Al-Qur'an,
ayat Al-Qur'an)(æÇÚ쾂 ) dan tiga kata: haq(kebenaran), quwwah(kekuatan) dan
hurriyyah(kemerdekaan).
AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDIOLOGINYA
Al-Ikhwan
al-Muslimun telah mengadopsi dakwah salafiyyah menjadi gerakan dakwahnya. Ia
menekankan kepada pentingnya penelitian dan pembahasan terhadap dalil serta
pentingnya kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah dan membersihkan diri dari
segala bentuk kemusrikan untuk mencapai kesempournaan tauhid.
Dakwah Ikhwan
banyak dipengaruhi oleh Syaikh Abdulwahhab, Sanusiyyah dan Rasyid Ridha. Pada
umumnya dakwah tersebut merupakan kelanjutan dari Madrasah Ibnu Taimiyyah
(wafat 702 H/1328 M), yang juga merupakan kelanjutan Madrasah Imam Ahmad bin
Hambal.
Ikhwan
merupakan tashawwuf sebagai sarana pendidikan dan peningkatan jiwa seperti
pernah dilakukan para ahli tashawwuf terdahulu yang aqidahnya benar dan jauh
dri segala bentuk bid'ah, khurafat, menghina diri dan sifat negatif.
Hasan al-Banna
merangkum semua pemahaman tersebut dalam dakwahnya. Ditambah pula dengan
konsepsi-konsepsi yang sesuai dengan kebutuhan zaman dan lingkungan. Sehingga
dakwahnya mampu menghadapi berbagai arus yang melanda Mesir dan kawasan lain.
PENYEBARAN DAN KAWASAN PENGARUHNYA
Gerakan Ikhwan
dimulai di Isma'iliyyah kemudian beralih ke Kairo. Dari Kairo tersebar ke
berbagai pelosok dan kota do Mesir. Akhir tahun 40-an, cabang Ikhwan di Mesir
sudah mencap[Aisyah 3000. Tiap cabang memiliki anggota yang cukup banyak.
Gerakan
tersebut kemudian meluas ke negara-negara Arab. Ia berdiri kukuh di Suriah,
Palestina, Yordania, libanon, Irak, Yaman dan lain-lain. Dewasa ini anggota dan
simpatisannya tersebar di berbagai penjuru dunia
|
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Copyright © Al-Islam 1998
Jl. Pahlawan Revolusi, No 100, Jakarta 13430 Telpon: 62-21-86600703, 86600704, Fax: 62-21-86600712 E-Mail: info@alislam.or.id |
0 komentar:
Posting Komentar