8. The Bilalians
10/22/2001
10/22/2001
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Adalah sebuah
gerakan atau organisasi keagamaan di AS yang berasal dari akidah atau agama
kepercayaan berkembang menuju kepada aqidah Islam. Dalam perkembangannya
gerakan atau organisasi ini menuju kapada yang benar, sedikit-demi sedikit;
maka lebih tepatnya sebagai suatu gerakan keagamaan yang sedang mencari bentuk
menuju suatu yang haq menuju Islam yang benar. Oleh karena itu lebih tepat
dikelompokan kedalam organisasi keagamaan Islam.
Ta'rif: 'Umat Islam'
adalah sebutan terhadap gerakan yang muncul di tengah-tengah masyarakat Muslim
kulit hitam di Amerika. Mereka mengadopsi Islam dengan pemahaman-pemahaman
tersendiri yang didominasi semangat rasialisme. Gerakan ini kemudian dikenal
dengan nama 'Bilalians', setelah sebagian doktrin-doktrinnya diperbaiki.
SEJARAH BERDIRI
DAN TOKOH-TOKOHNYA
Gerakan ini
pertama kali didirikan oleh Wallace D. Fard, seorang kulit hitam yang tidak
jelas keturunannya. Secara tiba-tiba ia muncul di Detroit tahun 1930, menyeru
orang-orang kulit hitam mengikuti madzhabnya. Juni 1934 ia menghilang secara
misterius.
Setelaah Elijah
Pool atau Elijah Muhammad (1898-1975) masuk ke pergerakan ini, kegiatannya
semakin meningkat, berkembang pesat dan popular. Sehingga ia menduduki beberapa
posisi penting, malah menggantikan kedudukan Wallace, sebagai ketua pergerakan.
Tahun 1959 ia mengunjungi Saudi Arabia. Kemudian mengelilingi Turki, Ethiopia,
Sudan dan Pakistan. Dalam kunjungannya itu ia didampingi puteranya, Wallace
Muhammad yang sekaligus menjadi penerjemahannya.
Malcolm X
(Malik Syabbaz), salah seorang tokoh Bilalians yang pernah menjabat menteri
(istilah yang digunakan untuk seorang imam di tempat peribadatannya) untuk kuil
no. 7 di New York. Ia dikenal sebagai seorang orator dan pemikir. Pernah
melakukan tour ke negara-negara Timur Tengah dan beribadah haji tahun 1963.
Setelah kembali, ia tidak mengakui prinsip-prinsip gerakan rasialisme dan
menyatakan keluar dari gerakan. Kemudian ia membentuk sebuah kelompok yang
disebut 'Jama'ah Ahli Sunnah'. Tetapi akhirnya dia sendiri diculik dan dibunuh
pada tanggal 21 Februari 1965.
Tokoh lain yang
cukup terkenal ialah Louis Farrakhan. Ia masuk Islam pada tahun 1950. kemudian
ia menggantikan Malcolm X sebagai 'Menteri' untuk kuil no. 7 di New York. Dia
juga termasuk seorang orator, penulis dan penceramah. Tokoh ini dinilai sangat
erat dengan Kolonel Muammar Qaddafi. Ia menyerukan berdirinya sebuah negara
merdeka bagi orang-orang kulit hitam di Amerika, selama mereka tidak mendapat
hak-hak social dan politiknya secara utuh.
Wallace W.
Muhammad, dilahirkan di Detroit 30 Oktober 19933, menamakan dirinya
Waraatsuddin Muhammad. Tahun 1958-1960 ia menjabat 'Menteri' pada kuil di
Philadelpia. Tahun 1967 iamenunaikan haji. Setelah itu ia berulang kali
mengunjungi Saudi Arabia.
Tahun 1964 ia
memisahkan diri dari pergerakan dan membuang habis prinsip-prinsip yang dianut
ayahnya. Tetapi ia kembali lagi bergabung ke dalam pergerakan lima bulan
sebelum ayahny meninggal dunia dengan harapan ia dapat memasukkan ide-ide
perbaikan dari dalam terhadap pergerakan. Desember 1975 ia mengunjungi Islamic
Centre di Washington. Tahun 1977 M ia menghadiri muktamar yang diselenggarakan
Rabithah Alam Islami di New York di daerah New Jersey.
Tahun 1977 juga
ia menghadiri Konferensi Islam, sebagai ketua delegasi, yang dilaksanakan di
Kanada. Setiap kali menghadiri konferensi ia selalu menyatakan ketulusannya
dalam berupaya memahami Islam secara benar dan mengubah jama'ahnya dari
pemahaman-pemahaman keliru.
Tahun 1976 ia
mengunjungi Saudi Arabia, Turki dan sejumlah negara Timur serta menghadap
tokoh-tokoh Islam negara yang dikunjunginya.
Tahun 1975 ia
mengumumkan tokoh-tokoh pendamping selama ia memimpin jama'ah. Mereka adalah :
Karim Abdulaziz dan Dr. Na'Imam
Muslim Akbar : asisten khusus. Abdulhalim Farrakhan : juru bicara organisasi.
Dr. Abdulalim Syabbaz, Dr Fathimah Ali dan Fahmiyyah Sulthan : dewan penasehat bid. Kebudayaan.
John Abdulhaq : sekretris jenderal.
Elijah Muhammad II : komandan militer.
Reymond Syarif : ketua departemen kehakiman setelah menjadi komandan tertinggi pengawal pergerakan yang disebut Fruit of Islam disingkat FOI, didirikan tahun 1937.
Aminah Rasul : ketua departemen kewanitaan yang disebut MGT.
Dr. Michael Ramadhan : delegasi dari seluruh dewan masjid dan komisi pengarahan.
Thiroon Mahdi (bergabung ke dalam organisasi tahun 1967), menjabat sebagi kepala tim pembedah kerusakan dan penyakit social di kalangan anggota pergerakan yang dibentuk tahun 1976 dengan nama Blight Arrest Pioneer Patrol, disingkat BAPP, badan ini sebagai pengganti FOI.
Ibrahim Kamaluddin : pengawas New Eart Team (NET), semacam proyek perumahan bagi kepentingan angota organisasi di selatan Chicago.
Sultan Muhammad, cucu Elijah Muhammad, dipandang sebagai tokoh organisasi yang pemahaman keislamannya baik. Ia adalah imam untuk memimpin peribadatan di Washington.
Muhammad Ali Cly, petinju dunia termasyur ini pernah mengatakan bahwa Malcolm X yang menyebabkan ia tertarik dan bergabung ke dalam pergerakan ini. Ia termasuk salah satu anggota dewan yang dibentuk Wallace Muhammad setelah ia menjadi pemimpin pergerakan. Dewan termaksud bertujuan untuk menyusun perencanaan jama'ah yang matang.
PEMIKIRAN DAN
DOKTRIN-DOKTRINNYA
Perlu dicatat,
pemikiran pergerakan ini berkembang secara bertahap sesuai dengan kepribadian
pemimpin yang mempengaruhinya. Karena itu kita mungkin dapat membaginya tiga
fase.
Pertama : Fase
Wallace D. Fard
Pertama kali
berdiri organisasi ini dikenal dengan sebutan 'Umat Islam' (Nation of Islam).
Sering pula disebut sebagai 'Kembalinya Umat Islam yang Hilang'. Dalam fase ini
ide yang sangat menonjol ialah menekankan kepada seruan kebebasan, persamaan,
keadilan dan berjuang meningkatkan nasib anggota. Arah semuanya terfokus kepada
ketinggian ras kulit hitam dan keasliannya, menekankan kepada keterkaitan
mereka dengan kemurnian bangsa Afrika dan menyerang orang-orang kulit putih
sebagai syaitan-syaitan.
Untuk mencapai
sasaran tersebut mereka bekerja keras mengubah pedoman hidup para pengikutnya
dari Bibel kepada Al-Qur'an. Karena itu dibentuklah dua buah organisasi, Muslim
Girls Training (MGT), organisasi khusus wanita, dan Fruit of Islam (FOI),
sebuah organisasi khusus kaum pria yang arahnya lebih menjurus kepada sebuah
pasukan kuat yang dapat melindungi pergerakan dan mengamankan pusat social dan
politiknya.
Kedua : Fase
Elijah Muhammad
Elijah Muhammad
mengumumkan bahwa Tuhan bukan sesuatu yang ghaib, tetapi harus terjelma pada
diri seseorang. Seseorang termaksud adalah Fard, manusia yang telah ditempati
unsure-unsur ketuhanan. Dialah yang layak dimintai do'a dan diibadahi. Dengan
demikian ia telah menyuntikkan faham-aham kebathinan kepada jama'ahnya.
Sedangkan dia sendiri menempati posisi nabi, sehingga ia digelari 'Massager of
Allah', 'Utusan Allah'.
Pengikutnya
dilarang memakai kutek, meminum khamar, merokok berlebihan dalam makan,
berzina, bercampur baur antara pria dan wanita. Mereka dianjurkan menikah
antara sesama anggota. Selanjutnya para pengikutnya dilarang pula
bersantai-santai (mengunjungi) tempat-tempat hiburan dan warung kopi.
Organisasi ini
berusaha keras mengangkat ras kulit hitam. Bahkan dianggap sebagai sumber
segala makna kebaikan. Berbarengan dengan itu mereka tidak henti-hentinya
menghina bangsa-bangsa kulit putih, sebagai orang-orang hina dan rendah. Tidak
syak lagi bahwa pergerakanny hanya terbatas pada orang-orang kulit hitam.
Keterbatasan ini sangat jelas tampak dalam doktrin-doktrinnya.
Elijah hanya
mempercayai sesuatu yang dapat diraba. Karena itu, ia tidak mempercayai adanya
Malaikat dan Hari Kebangkitan. Sebab, menurutnya, yang dimaksud dengan
kebangkitan itu ialah kebangkitan berfikir orang-orang kulit hitam di Amerika.
Ia juga menolak
bahwa Nabi Muhammad sebagai Nabi teraklhir. Malah dia memproklamasikan dirinya
sebagai rasul teraklhir dengan alas an tidak ada seorang rasulpun yang dating
dengan bahasa kaumnya kecuali dia. Maka dialah, Elijah Muhammad telah dating
sebagai nabi yang membawa wahyu dari Fard dengan bahasa kaumya, yaitu bahasa
orang-orang kulit hitam.
Dia selain
percaya kepada kitab-kitab samawi, juga mempercayai satu kitab khusus yang akan
turun kepada kaumnya, orang-orang kulit hitam. Kitab ini merupakan kitab samawi
terakhir yang turun untuk umat manusia.
Pada masa
Elijah Muhammad, shalat lebih bersifat pembacaan surat Al-Fatihah, do'a-do'a
ma'tsur disertai dengan menghadap qiblat dan menghadirkan gambar Fard dalam
fikiran. Shalat semacam ini itu dilakukan lima kali dalam satu malam.
Setiap tahun
mereka berpuasa pada bulan Desember, sebagai pengganti puasa Ramadhan. Selain
itu anggotanya diwajibkan membayar iuran sebesar sepersepuluh dari
penghasilannya untuk kepentingan organisasi.
Dia menyusun
beberapa buku yang menggambarkan ide dan fikirannya. Antara lain, Massage to
the Blackman, Our Saviour has Arrived, Supreme Wisdom, The Fall of Amerika dan
How to Eat to Life? Untuk melengkapi pblikasinya mereka menerbitkan sebuah
buletin, 'Muhammad Speaks', dalam bahasa mereka.
Ketiga : Fase
Waritsuddin Muhammad
Tgl 24 Nopember
1975, nama organisasi diubah menjadi 'Bilalians', dinisbatkan kepada Bilal
al-Hansyi, mu'adzin Rasulullah SAW.
Tanggal 19 Juni
1975 Waritsuddin menghapus peraturan yang melarang kulit putih bergabung ke
dalam organisasi. Dampaknya, 25 Pebruari 1975, dalam sebuah pertemuan terbuka,
tampak sejumlah orang-orang kulit putih bergabung bersama mereka duduk
berdampingan. Bendera Amerika diletakkan berdampingan dengan bendera
organisasi. Sebelumnya bendera Amerika dipandang sebagai lambang kulit putih,
bermata biru, syaitan dan dedemit.
Tanggal 29
Agustus 1975 dikeluarkan sebuah keputusan perlunya penyelenggaraan puasa
Ramadhan dan upacara 'Idulfitri.
Tanggal 14
Nopember 1975, buletin Muhammad Speaks diubah menjadi 'Bilalians News'.
Kemudian menyusul pengumuman bahwa imam organisasi disebut Imam Akbar,
pengganti perdana menteri. Kata-kata 'menteri kuil' diubah menjadi imam, yang
tugas utamanya mengurusi social-sosial keagamaan. Sedangkan urusan lainya
diserahkan kepada pengurus pimpinan pusat organisasi. Seterusnya kuil-kuil
mereka direnovasi supaya sesuai dengan kepentingan penyelenggaraan shalat.
Tanggal 3
Oktober 1975 dikelurakan sebuah intruksi agar shalat dilakukan dengan benar,
seperti yang dilakukan umat Islam, lima kali dalam satu hari satu malam. Lalu
memperkokoh akhlak Islam dalam tata krama, perasaan, bersikap dan berhijab bagi
wanita.
Para da'i
organisasi melakukan kunjungan ke penjara-penjara, menyiarkan dakwah kepada
penghuninya. Sehubungan dengan program ini, para penjaga keamanan penjara telah
mencatat beberapa kemajuan bahwa pesakitan orang kulit hitam, yang terkenal
dengan kenakalan dan pembangkangannya, setelah masuk Islam, mereka menjadi
orang yang berdisiplin tinggi dan patuh. Dengan demikian bagian keamanan
penjara merasa sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan para da'i di
penjara.
Dalam rangka
perbaikan organisasi, pimpinan terus-menerus melakukan perbaikan terhadap
pemahaman keislaman anggotanya. Hal tersebut tidak berarti bahwa organisasi ini
telah berorientasi pada Islam yang benar 100 %. Tetapi, jika dibandingkan dengan
keadaan sebelumnya, periode ini telah menampakkan arah perbaikan yang nyata
menuju kepada yang lebih benar dalam beberapa segi, baik mengenai pemikiran
maupun aqidahnya. Karena itu, organisasi ini masih sangat memerlukan
perbaikan-perbaikan di bidang aqidah dan penerapannya sehingga benar-benar
menjadi aqidah dan penerapan Islam yang murni.
Sering terjadi
keguncangan di kalangan pemimpin organisasi ini. Salah satu akibatnya, tgl 15
Mei 1985, Waritsuddin mengumumkan pemecahan organisasi dan membiarkan setiap
Biro organisasi bekerrja sendiri-sendiri. Setiap hari ada saja sesuatu yang
baru mengenai nasib organisasi ini.
Ada pula
upaya-upaya yang dilakukan Mu'amar Qaddafi dan Iran untuk menyetir dan
mengarahkan supaya mengikuti kepentingan mereka. Di dalam organisasi ini sering
muncul tokoh-tokoh baru, selain tokoh-tokoh lama yang tenggelam entah kemana.
Kadang-kadang muncul pula perpecahan yang mengancam keutuhan organisasi secara
keseluruhan.
AKAR PEMIKIRAN
DAN SIFAT IDIOLOGINYA
Gerakan ini
muncul dibayang-bayangi oleh dua kekuatan besar yang tampil di tengah-tengah
orang kulit hitam. Dua kekuatan itu ialah :
Gerakan
Moorisme yang diserukan oleh Negro Amerika yang bernama Timothi Drew Ali
(1886-1929). Gerakan yang didirikan tahun 1913 ini adalah sebuah gerakan dakwah
yang ajarannya merupakan campuran antara prinsip-prinsip social dan aqidah
keagamaan yang ada di Asia. Mereka menggangap dirinya sebagai kaum Muslimin.
Namun gerakan ini praktis lumpuh setelah kematian pimppinannya.
Organisasi Marcus Garvey (1887-1940). Tahun 1916 Marcus mendirikan sebuah organisasi politik untuk orang-orang kulit hitam dengan nama Universal Negro Improvement Association. Organisasi ini dinyatakan sebagai gerakan Kristen dengan keyakinan bahwa Al-Masih dan ibunya sebagai orang Negro. Kemudian tahun 1925 pemimpin organisasi ini dibuang dari Amerika. Peristiwa inilah yang mengakibatkan kemunduran organisasi.
Karena The Bilalians dapat dikatakan sebagai gerakan yang memandang Islam sebagai warisan ruhani yang mempu menyelamatkan orang-orang Negro dari dominasi kulit putih dan mendorong mereka membentuk satu bangsa yang tersendiri, yang memiliki hak, kepentingan dan kedudukannya.
Organisasi Marcus Garvey (1887-1940). Tahun 1916 Marcus mendirikan sebuah organisasi politik untuk orang-orang kulit hitam dengan nama Universal Negro Improvement Association. Organisasi ini dinyatakan sebagai gerakan Kristen dengan keyakinan bahwa Al-Masih dan ibunya sebagai orang Negro. Kemudian tahun 1925 pemimpin organisasi ini dibuang dari Amerika. Peristiwa inilah yang mengakibatkan kemunduran organisasi.
Karena The Bilalians dapat dikatakan sebagai gerakan yang memandang Islam sebagai warisan ruhani yang mempu menyelamatkan orang-orang Negro dari dominasi kulit putih dan mendorong mereka membentuk satu bangsa yang tersendiri, yang memiliki hak, kepentingan dan kedudukannya.
PENYEBARAN DAN
KAWASAN PENGARUHNYA
Jumlah orang
Negro di Amerika lebih dari 35 juta jiwa. Sekitar satu juta dari mereka adalah
Muslim. Masjid mereka disebut Temples (kuil). The Bilalians memiliki sekitar 80
cabang yang tersebar di berbagai kota di Amerika dan memiliki lebih dari 60
lembaga pendidikan. Jam pertama dari jadwal pelajaran setiap harinya dikhususkan
untuk pelajaran agama Islam.
Umat Negro
berpusat di Detroit, Chicago dan Washington. Mereka memimpikan berdirinya
sebuah negara merdeka. Di antara mereka terjalin persaudaraan yang erat,
seperti tampak pada cara penyelesaian persoalan-persoalan umum organisasi dan
masyarakat Negro Muslim.
|
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Copyright © Al-Islam 1998
Jl. Pahlawan Revolusi, No 100, Jakarta 13430 Telpon: 62-21-86600703, 86600704, Fax: 62-21-86600712 E-Mail: info@alislam.or.id |
0 komentar:
Posting Komentar